Prahara Partai Golkar
Ical Jelaskan Pungutan Rp 5 Miliar - Rp 10 Miliar
Dikatakannya, uang pungutan itu untuk biaya transportasi dan uang saku untuk para peserta Munaslub.
Penulis:
Muhammad Zulfikar
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie menjelaskan adanya pungutan Rp 5 miliar - Rp 10 miliar untuk setiap bakal calon ketua umum.
Dikatakannya, uang pungutan itu untuk biaya transportasi dan uang saku untuk para peserta Munaslub.
"Begini, kan banyak biasanya transportasi tidak dibayarin, bayar sendiri-sendiri. Kemudian uang saku tidak dikasih, ya bagaimana di Bali tapi tidak ada uang saku," kata Aburizal di Jakarta, Jumat (22/4/2016).
Pria yang akrab disapa Ical itu menuturkan, peserta Munaslub di Bali memerlukan makan makan dan minum.
Menurutnya, dana pungutan dari bakal calon ketua umum akan digunakan untuk kebutuhan peserta Munaslub.
"Yang bersentuhan dengan kandidat itulah yang dibebankan kepada kandidat. Sementara yang tidak bersentuhan dengan kandidat dibebankan gotong royong," ujarnya.
Masih kata Ical, adanya dana pungutan bakal calon ketua umum Golkar adalah untuk memberikan kesan adanya gotong royong dalam tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut.
Menurutnya, bukan hanya kandidat ketua umum saja yang menyumbang, tapi juga para pengurus Golkar melakukan hal yang sama.
"Jadi kita biasakanlah gotong royong. Ini mencegah uang saku (yang berlebihan), ini maksudnya kan baik," ujarnya.