Kasus Suap Pupuk, KPK Tetapkan Dua Tesangka Baru

Dua tersangka baru tersebut adalah Komisaris CV Timur Alam Raya Sri Astuti dan seorang swasta PT Bintang Saptari Budianto Halim Widjaja.

Kasus Suap Pupuk, KPK Tetapkan Dua Tesangka Baru

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan dua tersangka baru terkait  dugaan  suap pengadaan atau pembelian pupuk urea di PT Berdikari Persero.

Dua tersangka baru tersebut adalah Komisaris CV Timur Alam Raya  Sri Astuti dan seorang swasta PT Bintang Saptari Budianto Halim Widjaja.

"KPK menetapkan dua orang swasta. Mereka adalah SA dan BHW," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di kantornya, Jakarta, Selasa (26/4/2016).

Menurut Yuyuk, modus keduanya sama dengan penetapan tersangka sebelumnya.

Kedua perusahaan tersebut adalah vendor perusahaan pupuk.

Vendor kemudian memberikan sejumlah uang  agar mendapatkan proyek pengadaan pupuk urea ini.

Atas perbuatannya, keduanya disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam menelusuri kasus ini, kata Yuyuk, KPK juga menggeledah dua lokasi di Semarang, Jawa Tengah.

Mereka adalah kantor Perhutani Unit 1, Jalan Pahlawan, Kota Semarang dan Kantor PT Berdikari Persero Kompleks Pertokoan Jurnatan, Jalan Kasuari, Semarang.

"Penyidik menyita barang bukti berupa dokumen dan barang elektronik," ungkap Yuyuk.

Sebelumnya, KPK menetapkan Direktur Keuangan PT Berdikari Siti Marwa sebagai tersangka pada Selasa 8 Maret lalu.

Siti diduga menerima suap terkait pengadaan atau pembelian pupuk di PT Berdikari Persero.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved