Menteri Sosial: Hukum Mati Pelaku Pembunuhan EP

Sebagai bangsa, kata Khofifah tentu sangat berduka dengan musibah yang dialami EP.

Menteri Sosial: Hukum Mati Pelaku Pembunuhan EP
FACEBOOK
Wajah-wajah pelaku pembunuh sadis Eno Parihah (19) menyebar di Facebook. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, hukuman yang sangat pantas diberikan bagi pelaku pembunuhan sadis dan keji EP (19) adalah hukuman maksimal, yaitu hukuman mati.

“Melihat kesadisan pelaku terhadap EP sangat wajar diberikan hukuman mati, ” ujar Mensos, dalam keterangannya, Sabtu (21/5/2016).

Sebagai bangsa, kata Khofifah tentu sangat berduka dengan musibah yang dialami EP.

Adanya hukuman mati diberikan menurut Khofifah, agar ada efek jera bagi siapapun yang melakukan pola dan tindakan sadis dan keji seperti itu.

“Kita semua turut prihatin dan berduka dengan musibah yang dialami EP. Bagi pelaku dewasa sewajarnya mendapatkan pemberatan hukuman dengan hukuman mati dan tidak bagi pelaku yang masih di bawah umur, ” ucap Khofifah.

Ada mandat Peraturan Pemerintah (PP) sebagai turunanan dari Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) revisi atas UU Perlindungan anak dengan pemberatan hukuman seumur hidup dan hukuman mati.

“Perppu sudah diharmonisasikan dan dikirim ke berbagai kementerian terkait dan dijadwalkan Sabtu pekan bisa ditandatangani Presiden untuk selanjutnya segera dikirim ke DPR,” ujar Khofifah.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved