Breaking News:

Gereja Katolik Surati Presiden Jokowi Soal Pegembangan Pariwisata di Kawasan Danau Toba

Pimpinan Gereja Katolik Sumatera Utara, Uskup Agung Medan, Mgr Dr Anicetus B Sinaga OFMCap menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait rencana Pem

Tribunnews.com/ Srihandriatmo Malau
Uskup Agung Medan, Mgr Dr Anicetus B. Sinaga OFMCap (Tengah/Berjubah) saat hadir pada diskusi Humanistic Tourism: Pariwisata Danau Toba Berbasis Pengembangan Keunikan dan Potensi Masyarakat Desa , di Jakarta, Jumat (3/6/2016) lalu. Hadir pula sebagai nara sumber akademisi dari Samosir, saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Parahyangan Bandung, Dr Mangadar Situmorang (Kanan/Berjas) dan Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Parawisata Kementerian Kementerian Parawisata, Dr Frans Teguh (Kiri/Berbatik). 

 Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Gereja Katolik Sumatera Utara, Uskup Agung Medan, Mgr Dr Anicetus B Sinaga OFMCap menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait rencana Pemerintah Republik Indonesia mengembangkan pariwisata di Kawasan Danau Toba.

Keuskupan Agung Medan (KAM) yang meliputi wilayah Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh yang menjadi bagian penting dari civil society di Kawasan Danau Toba dengan populasi mayoritas di Pulau Samosir menyambut baik rencana pemerintah itu.

Uskup Anicetus, Minggu (5/6/2016) mendorong agar pembangunan parawisata yang akan dilakukan mengedepankan soft tourism yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.

Selain itu, pengembangan pariwisata di Danau Toba pun harus bisa memenuhi kebutuhan masyarakat lokal yang berkelanjutan, berkeadilan serta menjunjung tinggi martabat manusia dan masyarakat adat.

"Menolak hard tourism yang tidak sensitif terhadap alam, berorientasi jangka pendek dan tidak memberdayakan masyarakat lokal," kata Anicetus kepada Tribun, mengungkap isi suratnya kepada Presiden Jokowi.

Menurutnya, pembangunan pariwisata kiranya memberi ruang partisipasi bagi masyarakat setempat dan komponen civil society tidak hanya dalam bidang ekonomi tetapi secara holistik semenjak perencanaan untuk mencapai tujuan yang hakiki, yaitu masyarakat adil, sejahtera, dan bermartabat.

Bukan itu saja, pengelolaan sumber daya alam kiranya berpusat pada masyarakat.

Gereja Katolik KAM, menegaskan, restorasi dan penataan ruang Kawasan Danau Toba hendaknya memperhatikan kepentingan masyarakat lokal.

Dia ingatkan, bahwa hutan, sungai, danau adalah sumber daya alam penting yang menopang kehidupan masyarakat Danau Toba.

Halaman
123
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved