Banjir Rob Masih Menggenang, Sebagian Masyarakat Mengungsi

Rob masih akan terjadi di pesisir laut Samudera Hindia, khususnya di sekitar selatan Pulau Jawa, selatan Pulau Papua

Banjir Rob Masih Menggenang, Sebagian Masyarakat Mengungsi
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Sejumlah warga melakukan nyadran (kunjungi makam) di makam Manunggal, Kampung Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Emas, Semarang Utara, Jateng, Kamis (2/6/2016). Sebanyak 2000 makam di pemakaman umum tersebut tenggelam karena terjangan rob atau luapan air laut yang semakin parah. Nyadran ini merupakan tradisi mendoakan keluarga yang sudah meninggal jelang Ramadan. Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banjir akibat laut pasang atau rob diprediksi masih akan terjadi di pesisir laut Samudera Hindia hingga dua hari ke depan atau (9/6/2016).

Rob masih akan terjadi di pesisir laut Samudera Hindia, khususnya di sekitar selatan Pulau Jawa, selatan Pulau Papua, dan Pulau Sumatera sebelah barat.

Sementara itu, kawasan pantai utara Pulau Jawa banjir rob lebih dominan disebabkan pengaruh faktor topografi dan naiknya muka air laut.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan sesungguhnya tidak ada peristiwa alam yang istimewa dalam sejumlah banjir rob yang terjadi belakangan ini.

"Ini siklus pasang surut air laut biasa, hanya saja ada tekanan angin yang membuat gelombang jadi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya," tutur Sutopo kepada wartawan, Rabu (8/6).

Beberapa wilayah pesisir di Indonesia mengalami banjir rob akibat laut pasang sehingga menimbulkan kerugian dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Tercatat kejadian banjir rob dalam tiga hari terakhir menggenangi kawasan pesisir di Belawan Medan; Bali seperti di Pantai Kuta, Karangasem, Selatan, Jembrana, Gianyar dan Sanur.

Jakarta Utara; Kecamatan Singkil Utara dan Pantai Pulau Sarok, Kabupaten Singkil; Meulaboh Kab Aceh Barat; Kecamatan Kraksaan Kab Probolinggo; Kabupaten Pesisir Selatan.

Kecamatan Blanaan Kab Subang; Kota Pekalongan; Kabupaten Pekalongan; Gresik; dan Kecamatan Adipala Kab Cilacap.

Sebanyak 891 jiwa masyarakat mengungsi di 11 titik pengungsian. Sekitar 5.937 unit rumah terendam banjir rob di Kecamatan Tirto, Wiradesa, Wonokerto dan Siwalan.

BNPB telah menyerahkan bantuan Rp 565 juta kepada BPBD Kab Pekalongan untuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap, banjir rob juga menyebabkan 590 jiwa masyarakat mengungsi.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved