Breaking News:

Anggota Komisi I: TNI AU Wajib Giring Pesawat Malaysia Keluar Natuna

Anggota Komisi I DPR Supiadin Aris Saputra meminta pemerintah memprotes Malaysia.

SETPRES/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo mengunjungi perairan Natuna menggunakan KRI Imam Bonjol-383, Kamis (23/6/2016). Di atas kapal yang menembak nelayan Tiongkok tersebut Presiden menggelar rapat terbatas terkait konflik kawasan Natuna. TRIBUNNEWS/SETPRES/AGUS SUPARTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Supiadin Aris Saputra meminta pemerintah memprotes Malaysia.

Hal itu terkait pesawat Hercules Charlie-130 milik Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang masuk wilayah Kepulauan Natuna tanpa izin.

"Ya intercept dengan protes dong. ‎Intercept itu kewajiban ya begitu kita melihat di radar ada pesawat musuh yang tidak dikenal, dikenal juga bisa tapi tidak berizin, kita kan tahu itu, dari radar itu kita bisa tahu pesawat itu jenisnya apa, kodenya berapa, berizin atau tidak, itu ada," kata Supiadin di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/6/2016).

Ia melihat Malaysia telah melakukan pelanggaran saat memasuki Natuna. Sehingga TNI AU wajib menggiring pesawat tersebut untuk keluar dari wilayah tersebut atau mendarat dengan paksa.

"Secara diplomatik pemerintah harus menyampaikan protes ke Malaysia yang dengan sengaja melakukan pelanggaran wilayah, enggak mungkin seorang pilot tidak tahu," ujar Politikus NasDem itu.

Sebelumnya, Pesawat Hercules Charlie-130 milik Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang masuk wilayah Kepulauan Natuna tanpa izin mendapatkan peringatan dari pesawat tempur TNI Angkatan Udara.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsma Wieko Sofyan membenarkan peristiwa yang terjadi hari Sabtu (25/6/2016) kemarin.

"Benar sempat terjadi pelanggaran wilayah udara oleh pesawat TUDM jenis C-130. Pesawat tersebut sempat diperingati oleh pesawat F-16 TNI AU yang sedang bertugas di wilayah Natuna," kata Wieko saat dikonfirmasi, Minggu (26/6/2016).

Menurutnya, pesawat tersebut sempat diberikan peringatan lantaran melanggar batas ruang udara, namun tetap diabaikan.
Namun pesawat militer Malaysia itu pergi meninggalkan wilayah Indonesia.

"Selanjutnya pesawat TUDM keluar wilayah udara RI," katanya

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved