Breaking News:

Asep Mengaku Suap Pejabat MA Rp 75 Juta Agar Kasusnya Tidak Ditangani Hakim Agung Artidjo Alkostar

Andri mengklaim dirinya bisa mengatur komposisi hakim yang memipun sidang-sidang di Mahkamah Agung.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kasubdit Kasasi Perdata pada Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata Mahkamah Agung (MA) Andri Tristianto Sutrisna keluar gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (19/5/2016). Dalam persidangan, Andri memberi kesaksian tentang percakapan BBM antara dirinya dengan Staf Kepaniteraan MA Kosidah yang berbuntut pada adanya dugaan praktik perdagangan perkara di Mahkamah Agung. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pejabat Mahkamah Agung (MA)  yakni Kasubdit Kasasi Perdata Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata, Andri Tristianto, terungkap memasang tarif untuk menentukan siapa Hakim Agung yang bersidang.

Seorang pengacara yang pernah dimintai uang oleh Andri adalah Asep Ruhiat.

Lawyer yang punya banyak perkara di MA ini mengaku pernah meminta tolong kepada Andri agar mengawal perkaranya.

Andri mengklaim dirinya bisa mengatur komposisi hakim yang memipun sidang-sidang di Mahkamah Agung.

Mahar Rp100 juta sebagai imbalan seandainya pihak yang berperkara ingin menghindari hakim-hakim tertentu.

"Iya pernah yang mulia, (saat itu meminta) agar sidang PK (peninjauan kembali) jangan (hakim) Pak Artidjo lagi," kata Asep di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2016).

Awalnya Asep sempat menyangkal tudingan dirinya meminta manipulasi komposisi hakim ke Andri.

Namun saat majelis hakim membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Asep saa diperiksa KPK, terbuktilah bahwa dia memang pernah meminta Andri memanipulasi komposisi hakim.

Asep meminta agar Hakim Artidjo Alkostar tidak menangani sidang pengajuan PK perkara korupsi dengan terdakwa H. Zakri.

Baca Juga : Sosok Hakim Artidjo Alkostar yang Ditakutkan Para Koruptor

Sebelumnya, hakim Artidjo memutus pidana terhadap Zakri selama delapan tahun penjara.

Andri pun meminta uang Rp 75 juta kepada Asep.

Menurutnya, tarif ini tergolong murah dan berbeda dengan tarif biasanya yang berkisar Rp 100 juta.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved