Memburu Jaringan Teroris Santoso

Polisi Cermati Dinamika Teror Basri dan Ali Kalora

Kepolisian tetap mewaspadai adanya perubahan strategi teror dari 18 DPO anak buah Santoso yang masih bersembunyi di Pegunungan Poso.

TRIBUN TIMUR/HO
Anggota Satgas Operasi Tinombala usai mengevakuasi jenazah terduga teroris Santoso di Poso, Senin (18/7/2016). Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur tersebut diduga berhasil dilumpuhkan dalam sebuah baku tembak di kawasan pegunungan di kawasan Poso Sulawesi Tengah. TRIBUN TIMUR/HO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Santoso alias Abu Wardah, pimpinan kelompok teror di Poso sudah tewas.

Namun kepolisian tetap mewaspadai adanya perubahan strategi teror dari 18 DPO anak buah Santoso yang masih bersembunyi di Pegunungan Poso, seperti Basri dan Ali Kalora.

"Dari segi upaya melakukan aksi perencanaan teror, tentu semua dinamikanya akan dicermati terus oleh kepolisian," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar, Selasa (26/7/2016).

Menurut Boy, dalam mencermati adanya perubahan strategi teror pascatewasnya Santoso, kepolisian juga dibantu oleh TNI dan Intelijen.

Nantinya mereka akan bersama-sama melihat beragam fenomena yang mungkin mengancam pada keamanan negara dan masyarakat.

"Akan kami cermati terus, jangan sampai paham radikalisme termasuk penyebarluasan oleh kelompok ISIS menjadi sesuatu yang meresahkan masyarakat," tambahnya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved