Breaking News:

Pengakuan Freddy Budiman

Mantan Kalapas Nusakambangan Liberty Sitinjak Diperiksa Penyidik BNN

Tim internal BNN memanggil Kepala Lapas Nusakambangan Liberty Sitinjak untuk mengusut testimoni terpidana mati Freddy Budiman.

surya/galih lintartika
Makam terpidana mati Freddy Budiman digenangi air. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim internal Badan Narkotika Nasional (BNN) memanggil mantan Kepala Lapas Nusakambangan Liberty Sitinjak untuk mengusut testimoni terpidana mati Freddy Budiman yang diungkap Koordinator Kontras Haris Azhar.

Kepala Bagian Humas BNN, Slamet Pribadi membenarkan pemeriksaan tersebut. Namun dia belum mengetahui apa yang ingin digali penyidik internal tersebut.

"(Pemeriksaan) bisa empat sampai lima jam. Bisa satu hari malah. Materinya belum tahu. Yang jelas hari ini beliau hadir," kata Slamet di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (8/8/2016) pagi.

Nama Sitinjak sebelumnya disebut Haris Azhar terkait keterlibatan sejumlah penegak hukum dan petugas dari lembaga negara dalam bisnis narkotika yang dikendalikan Freddy.

Dalam kesaksian itu, ada keterangan soal permintaan dari oknum BNN, Polri, dan TNI yang terlibat dalam jaringan narkoba Freddy.

Menurut Haris, Freddy menyebut ada oknum BNN yang meminta agar kamera pengawas di tempat Freddy ditahan di Nusakambangan dilepas.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved