Breaking News:

Pengakuan Freddy Budiman

Kriminalisasi Haris Azhar Dinilai Menghambat Komitmen Jokowi Berantas Peredaran Narkoba

Asfinati mengatakan bahwa konvensi tersebut menjadi bukti pergeseran nilai perjuangan hak asasi manusia secara global.

Tribunnews.com/Rizal Bomantama
Pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Jentera, Asfinati 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator KontraS, Haris Azhar dilaporkan ke Mabes Polri atas tuduhan pencemaran nama baik 3 Agustus 2016 lalu.

Haris dilaporkan ke polisi usai membeberkan kesaksian almarhum Freddy Budiman soal peredaran narkoba yang menyeret institusi TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Jentera, Asfinati, menilai tindakan TNI, Polri dan BNN melaporkan Haris Azhar tersebut justru menghambat janji Presiden Joko Widodo untuk aktif dalam pemberantasan jaringan peredaran narkoba internasional.

Komitmen tersebut tertuang dalam Undang-Undang No 5 Tahun 2009 tentang Pengesahan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Menentang Tindak Pidana Transnasional yang Terorganisir.

Asfinati mengatakan bahwa konvensi tersebut menjadi bukti pergeseran nilai perjuangan hak asasi manusia secara global.

"Kalau dulu perjuangan hanya sebatas penyiksaan atau pembunuhan secara terencana yang menghilangkan hak kebebasan hidup manusia. Sekarang dalam konvensi tersebut berkembang nilai-nilai yang berkaitan dengan pelanggaran HAM yaitu perdagangan manusia, perdagangan senjata, korupsi, money laundry, dan penyalahgunaan narkoba," kata Asfinati saat ditemui di kantornya STIH Jentera, Jalan Kuningan Madya Jakarta, Senin (8/8/2016).

Menurutnya apa yang dilakukan Haris Azhar merupakan suatu tindakan yang mendukung komitmen Indonesia tersebut untuk memberantas peredaran narkoba internasional.

"Freddy Budiman mengakui bahwa narkoba ia dapatkan dari kartel yang bermarkas di China. Tentu untuk memberantas narkoba di Indonesia perlu adanya tindakan bersama negara lain," tegasnya.

Ia menyayangkan bila akhirnya Polri, TNI, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) melaporkan postingan Haris Azhar di Facebook itu dengan tindakan pencemaran nama baik.

"Haris dituduh mencemarkan nama baik institusi. Tetapi kalau mencemarkan nama baik ditujukan pada individu, tidak bisa kepada institusi," katanya.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved