Breaking News:

Pengakuan Freddy Budiman

Mantan Kalapas Nusakambangan Diperiksa BNN 2,5 Jam

Barusan saya telah selesai memenuhi panggilan pimpinan BNN

Abdul Qodir/Tribunnews.com
Liberty Sitinjak 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Kepala Lapas Batu Nusakambangan, Liberty Sitinjak memenuhi panggilan konfirmasi Badan Nakortika Nasional (BNN), Jakarta, Senin (8/8/2016).

Ia dikonfirmasi 3 jam perihal dugaan oknum petugas BNN terlibat bisnis penyelundupan narkoba hingga sempat mendatangi terpidana mati Freddy Budiman semasa hidup di Lapas Batu sebagaimana diungkapkan Koordinator KonstraS Haris Azhar.

Sitinjak yang mengenakan seragam Ditjen PAS Kemenkumham warna biru didampingi dua anak buahnya menyelesaikan pemeriksaan pukul 11.30 WIB.

"Barusan saya telah selesai memenuhi panggilan pimpinan BNN. Bahwa selama di dalam ruangan kami sudah bisa menyelesaikan hal-hal yang patut saya sampaikan selaku mantan kepala lembaga pemasyarakatan Kelas I Nusakambangan," kata Sitinjak usai pemeriksaan di kantor BNN.

Menurut Sitinjak, keterangannya kepada pihak BNN sebatas konfirmasi dan bukan pemeriksaan.

Ia enggan menjelaskan keterangan yang disampaikannya kepada pemeriksa internal BNN ini.

Sebab, ia harus melaporkan dahulu proses dan materi pemeriksaannya itu kepada Menkumham Yasonna Laoly dan Dirjen PAS, I Wayan Kusmintha Dusak.

Namun, ia membenarkan salah satu keterangan yang diberikannya adalah tentang adanya petugas BNN yang mendatangi Freddy Budiman di sel dan sempat meminta agar kamera pengawas CCTV untuk gembong narkoba tersebut dilepas.

"Pasti dong. Itu pasti," ujarnya.

Sebelumnya, Koordinator KontraS, Haris Azhar melalui viral media sosial dan keterangan pers secara langsung, membeberkan informasi dugaan keterlibatan hingga setoran ratusan miliar rupiah kepada oknum petugas BNN, pejabat Polri dan TNI dalam bisnis penyelundupan narkoba kelas kakap Freddy Budiman.

Halaman
12
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved