Breaking News:

Pengakuan Freddy Budiman

Panglima TNI: Haris Azhar Bukan Terdakwa Tetapi Pelapor

Baik dalam proses hukum, sudah dalam penjara bahkan yang sudah keluar dari penjara, agar mendapat kepastian.

Amriyono Prakoso/Tribunnews.com
Gatot Nurmantyo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejak menjabat, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku tidak pernah menutupi kesalahan prajurit, mulai dari pangkat prada sampai jenderal.

"Apabila ada prajurit TNI yang membuat kesalahan harus ditindak sesuai hukum yang berlaku," kata Gatot dalam upacara kenaikan pangkat 35 perwira tinggi TNI di Ruang Hening, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (8/7/2016).

Gatot menyampaikan hal tersebut menanggapi testimoni Freddy Budiman terkait dugaan oknum TNI yang disebut-sebut perwira tinggi bintang dua yang membekingi jaringan narkoba.

"Testimoni Fredy Budiman yang disampaikan Haris Azhar bukan hanya sekedar pernyataan tetapi sebagai introspeksi yang harus didalami bersama-sama," kata Gatot.

Panglima TNI juga menyatakan bahwa TNI sudah membentuk tim investigasi tergabung dari Irjen TNI dan Pom TNI segera mengadakan pendalaman dari semua staf, dari anggota yang terlibat narkoba.

Baik dalam proses hukum, sudah dalam penjara bahkan yang sudah keluar dari penjara, agar mendapat kepastian.

"Haris Azhar bukan terdakwa tetapi sebagai pelapor. Ini diperlukan TNI membuat laporan ke kepolisian. Tujuannya adalah agar pihak Kepolisian RI sesuai kewenangannya mengadakan penyelidikan dan penyidikan," ujar Jenderal Gatot.

Gatot Nurmantyo juga berharap ada kejelasan, apabila telah ditemukan bukti-bukti awal antara pihak Kepolisian dengan tim investigasi untuk mencari siapa pelakunya.

"Begitu juga sebaliknya, apabila hasil penyelidikan Kepolisian dan tim investigasi dinyatakan tidak terbukti, maka masyarakat tidak dapat menganggap seluruh prajurit TNI terlibat narkoba," kata Gatot.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved