Daftar Tunggunya Panjang, Diduga Jadi Penyebab 177 Jamaah Haji Ditangkap di Filipina

DPR mendorong penguatan diplomasi dengan pemerintah Arab Saudi, agar kuota haji Indonesia ditambah.

TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Seorang calon jemaah haji kloter 2 kota Samarinda pamitan dengan keluarganya saat berangkat dilepas pejabat Pemkot menuju embarkasi haji Manggar Balikpapan, Rabu (10/8)/2016.KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM,  JAKARTA–  Sebanyak 177 Calon jemaah haji asal Indonesia hingga kini masih ditahan pihak imigrasi Filipina, karena diduga menggunakan paspor palsu untuk meninaikan ibadah haji.

Kejadian itu menurut Anggota DPR RI, KH Maman Imanulhaq, tidak bisa dilepaskan sebagai dampak panjangnya daftar tunggu bagi calon jemaah haji di tanah air.

Apalagi ditambah sangat tingginya keinginan masyarakat Indonesia  menjalankan ibadah haji. 

Sehingga, dia menilai ada orang yang mengambil keuntungan dari mekanisme atau sistem pemberangkatan haji di Indonesia yang saat ini masih harus menunggu belasan tahun untuk mendapatkan kursi atau kuota ke Tanah Suci.

"Kita harus melihat faktor penyebab keberangkatan mereka demikian, yaitu panjangnya daftar tunggu. Jadi apa yang membuat mereka ngebet benar ingin berangkat seperti itu, ya panjangnya daftar tunggu," ujar Politikus PKB ini ketika dihubungi Tribunnews.con, Kamis (25/8/2016).

DPR mendorong penguatan diplomasi dengan pemerintah Arab Saudi, agar kuota haji Indonesia ditambah.

"Paling tidak itu dikembalikan kepada yang semula yaitu 211.000. Syukur-syukur bisa sampai mencapai 250.000. Itu akan sangat membantu," sebut Kiai Maman.

Selain itu, kata dia, perlu dilakukan pengawasan ketat di pemberangkatan jamaah haji. 

"Agar jangan sampai ada orang yang berangkat setiap tahun tetapi ada yang nunggu bertahun-tahun," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved