Breaking News:

Komnas HAM Paparkan 4 Pelanggaran HAM yang Dilakukan Oknum TNI AU Lanud Soewondo Medan

Berdasarkan hasil penyelidikan Komnas HAM setidaknya terdapat 4 pelanggaran HAM yang dilakukan oknum TNI AU dalam kejadian tersebut.

Tribun Medan/Array Anarcho
Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai saat bertandang ke pemukiman warga di Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia terkait bentrokan berdarah beberapa hari lalu. Natalius datang untuk memintai keterangan korban penyiksaan TNI AU, Jumat (19/8/2016) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di saat para pimpinan TNI bersusah payah membangun stigma profesionalitas institusinya, sejumlah oknum TNI AU di Medan, Sumatera Utara merusaknya dengan melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap masyrakat sipil.

Sejumlah personel paskhas, polisi militer, dan prajurit TNI AU Lanud Soewondo Medan melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap warga Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan pada 15 Agusuts lalu lantaran berebut penguasaan atas lahan.

Berdasarkan hasil penyelidikan Komnas HAM setidaknya terdapat 4 pelanggaran HAM yang dilakukan oknum TNI AU dalam kejadian tersebut.

Pertama yakni hak untuk hidup.

Komisioner Komnas HAM sekaligus Ketua Tim Penyelidikan dan Pemantauan bentrokan TNI AU dan Warga Sari Rejo, Natalius Pigai mengatakan meski tidak ada korban jiwa dalam bentrokan tersebut namun setidaknya menggagu hak warga untuk hidup normal.

"Bentrok yang terjadi antara TNI AU dengan warga Sari Rejo mengakibatkan sedikitnya 20 orang luka luka dan melanggar jaminan untuk hidup," ujarnya di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta, (29/8/2016).

Kedua, personel TNI AU Lanud Soewondo Medan juga melanggar hak warga untuk tidak disiksa.

Pigai mengatakan dari hasil penyelidikannya, terdapat salah seorang warga yang disiksa, diinterogasi, dan dianiaya hanya dengan dalih tuduhan sebagai provokotor.
Menurut Pigai hal tersebut merupakan pelanggaran hak asasi manusia atas hak yang tidak dapat dicabut (non Derogble Right) sebagaimana yang diatur dalam pasal 33 UU nomor 39 tahun 1999 tentang HAM, UU nomor 12 tahun 205 tentang ratifikasi Kovenan Hak Sipil dan Politik, dan UU nomor 5 tahun 1998 tentang ratifikasi konvensi anti penyiksaan.

"Adanya kekerasan verbal yang dilakukan anggota TNI AU juga dapat dikategorikan sebagai bentuk perlakuan yang merendahkan martabat atau degrading treatment," paparnya.

Ketiga, yang dilanggar TNI AU Lanud Soewondo adalah mencederai hak atas rasa aman warga Sari Rejo.

Halaman
12
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved