Breaking News:

Tren Dunia Justru Penggabungan, Bukan Pemekaran Daerah

Trend dunia sekarang, bukan pemekaran, namanya amalgamasi, penggabungan kota-kota

TRIBUN/DANY PERMANA
Dirjen Otda Djohermansyah Djohan bersaksi dalam sidang terdakwa Atut Chosiyah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (5/6/2014). Atut didakwa terlibat dalam kasus dugaan suap sengketa pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi dan terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) *** Local Caption *** Dirjen Otda Djohermansyah Djohan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Otonomi Daerah, Djohermansyah Djohan menilai saat ini Indonesia justru berjalan melawan arus jika kembali mempersoalkan perlunya pemekaran daerah baru dengan trend yang sedang berkembang di Dunia.

Menurut Djohan, saat ini trend Dunia justru mengedepankan penggabungan daerah ketimbang memekarkan daerah.

"Trend dunia sekarang, bukan pemekaran, namanya amalgamasi, penggabungan kota-kota," ujar Djohan dalam diskusi Perspektif Indonesia yang digelar oleh Smart FM bersama Populi Center di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (8/10/2016).

Mantan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri ini mengungkapkan, ada beberapa kota di Amerika Serikat, Australia maupun di Eropa, sebagai negara maju yang justru menggabungkan daerahnya.

"Misal di Amerika, di Australia, di Eropa. Itu gabung 3 jd satu. Itu efisien dan utk penangkap globalisasi. Itulah semangat orang di dunia. Seperti Uni Eropa, reunited," kata Djohan.

Meski demikian, Djohan mengatakan pemekaran daerah bukanlah hal yang 'haram' dilakukan, hanya saja daerah yang ingin memekarkan diri harus betul-betul siap.

"Daerah otonom itu punya kemampuan mampu mengatur, mengurus rumah tangganya, local governance. Ini duit enggak kuat, enggak punya kemampuan yang memadai minta daerah otonom, membani APBN," kata Djohan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved