Rhoma Irama Akui Partainya Tidak Bisa Penuhi Persyaratan Tepat Waktu

Partai Islam Damai Aman (Idaman) gagal lolos verifikasi faktual Partai Politik (Parpol) oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Rhoma Irama Akui Partainya Tidak Bisa Penuhi Persyaratan Tepat Waktu
Wahyu Aji/Tribunnews.com
Rhoma Irama 

Laporan WArtawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Islam Damai Aman (Idaman) gagal lolos verifikasi faktual Partai Politik (Parpol) oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Idaman, Rhoma Irama, mengakui partainya tidak bisa memenuhi persyaratan tepat pada waktunya.

"Ini kita terima dengan baik, kami hormati keputusan Kemenkumham,"ujar Rhoma Irama, Jakarta Timur, Minggu (9/10/206).

Untuk bisa lolos verifikasi agar bisa berpartisipasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang, partai harus memiliki kantor cabang di sejumlah daerah.

Rhoma Irama mengatakan partainya sukses mendirikan kantor cabang di setiap provinsi di Indonesia.

Dari setiap provinsi yang ada, partainya juga sukses mendirikan kantor cabang di 75 persen kabupaten / kota.

"Di tingkat kecamatan yang kita kurang, cuma empat puluh delapan persen, kurang dua persen lagi,"ujarnya.

Sehingga pada tanggal 29 Juli lalu yang merupakan batas akhir penyerahan berkas untuk verifikasi faktual, Partai Idaman tidak bisa menyerahkan berkas yang dibutuhkan.

Akhirnya dinyatakan gagal memenuhi syarat verifikasi faktual.

"Alhamdulilah hari ini sudah mencapai target (50 persen), bahkan melebihi, Namun kita tidak bisa menyetorkan berkas setelah tanggal 29 (Juli), tadinya kita mengharapkan diskresi Kemenkumham," katanya.

Setelah dinyatakan gagal, Rhoma Irama dan sejumlah pengurus Partai Idaman sempat menemui Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly.

Raja dangdut itu mengatakan Menkumham sudah menjelaskan langsung kepadanya soal gagalnya Partai Idaman.

Yasona menyarankan Partai Idaman mengakuisisi partai yang sudah lolos verifikasi untuk kemudian diubah.

"Beliau mengarahkan agar kita melakukan akuisisi sebagaimana dilakukan (Partai) Perindo dan beliau janji akan membantu," katanya.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved