Breaking News:

Pengakuan Freddy Budiman

Perwira Menengah Polisi Pemeras Bos Narkoba Berstatus Terperiksa

"Statusnya terperiksa. Dengan demikian, profesinya sebagai penyidik narkoba dihentikan sementara waktu karena pemeriksaan kasus yang menjeratnya,"

Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perwira menengah polisi berinisial KPS yang diduga memeras Chandra Halim alias Akiong seorang terpidana mati kasus narkoba masih diproses Divpropam Polri.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar‎ mengatakan status KPS masih terperiksa.

"Statusnya terperiksa. Dengan demikian, profesinya sebagai penyidik narkoba dihentikan sementara waktu karena pemeriksaan kasus yang menjeratnya," ungkap Boy, Senin (10/10/2016) di Mabes Polri.

Menurut Boy, pihaknya menduga KPS tergoda untuk membantu tersangka saat sedang menangani perkara narkoba.

Karena dalam menangani perkara hukum pasti ada komunikasi antara penyidik dengan tersangka.

"Namanya menangani perkara hukum, pasti ada jalinan komunikasi, akhirnya (penyidik) jadi dekat dengan tersangka," katanya.

Kemungkinan saat proses penyidikan, KPS nekihat peluang untuk mendapat keuntungan dari kasus yang ditanganinya.

"Terus dia melihat peluang, tergoda dengan kondisi yang ada," ucapnya.

Untuk diketahui Polri menemukan adanya indikasi penyalahgunaan wewenang yang dilakukan KPS yang diduga memeras terpidana mati kasus narkoba bernama Chandra Halim alias Akiong.

Indikasi ini ditemukan Tim Pencari Fakta Gabungan (TPFG) bentukan Polri ketika tim mengusut kebenaran isu aliran dana dari terpidana mati Freddy Budiman kepada pejabat Mabes Polri.

"Soal aliran dana dari Akiong ke seorang pamen (perwira menengah) sedang diusut Propam (Polri). Aliran dananya Rp 668 juta. Itu bukan dari Freddy (Budiman)," kata anggota TPFG Effendi Gazali.

Selain adanya aliran dana Rp668 juta, tim juga mengendus adanya aliran dana lainnya dari Akiong kepada KPS yang dilakukan secara bertahap.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved