Kamis, 9 April 2026

Pilgub DKI Jakarta

Setya Novanto Tegaskan Golkar Tak Tarik Dukungan dari Ahok

"Dukungan ke Ahok diputuskan dalam Rapimnas kita. Jadi dalam Rapimnas tidak bisa kita batalkan," kata Setya Novanto

Ferdinand Waskita/Tribunnews.com
Setya Novanto di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (11/10/2016) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Golkar Setya Novanto menegaskan dukungan terhadap calon petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak berubah di Pilkada DKI Jakarta pada 2017 mendatang.

Dukungan, kata dia, tetap diberikan meski Ahok sempat membuat kegaduhan lewat pernyataan kontoversial saat menyinggung ayat dari kitab suci Al-Quran.

Setya Novanto menuturkan dukungan Golkar kepada Ahok telah diputuskan dalam forum resmi.

"Dukungan ke Ahok diputuskan dalam Rapimnas kita. Jadi dalam Rapimnas tidak bisa kita batalkan," kata Setya Novanto di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (11/10/2016) malam.

Setya Novanto menegaskan kembali dirinya bersama jajaran fungsionaris Golkar tetap mendukung Ahok. Apalagi, Ahok telah meminta maaf terkait mengutip ayat Al-Quran.

"Kita sebagai umat beragama saling memafkan, itu perlu menjadi catatan kita. Kita sangat menghargai Ahok," ujar Setya Novanto.

Novanto yakin Ahok tidak akan membatasi pertanyaan dari media karena kasus tersebut. Ahok, kata Novanto, dapat memilah-milah pertanyaan yang ingin dijawab.

Sedangkan mengenai kader partai berlambang pohon beringin yang membelot, Novanto menyerahkannya kepada aturan internal partai.

"Ada aturan, Juklak dan AD/ART kita," tutur Setya Novanto.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada seluruh umat Islam di Indonesia yang merasa tersinggung dengan ucapannya.

Ahok menafsirkan Surat Al-Maidah ayat 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 september lalu.

Ahok mengatakan tidak berniat melecehkan ayat suci Al Quran. Karenanya, Ahok menyampaikan permintaan maaf, bila ada yang tersinggung karena ucapannya.

"Saya sampaikan kepada semua umat Islam, ataupun orang yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam ataupun Al Quran," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (10/10/2016).

Apa yang disampaikannya di hadapan warga Kepulauan Seribu, ucap Ahok, merupakan tafsiran pribadi. Ahok tak mengira akan membuat gaduh. Ahok meminta seluruh masyarakat untuk tidak memperpanjang persoalan.

"Saya minta maaf untuk kegaduhan ini. Saya pikir komentar ini, jangan diteruskan lagi. Ini tentu mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara," ucap Ahok.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved