Breaking News:

Kasus Suap Penitera PK

Panitera Rohadi Mengaku Duit Rp 700 Juta Pinjaman dari Anggota DPR Sareh Wiyono

Menurut Rohadi, pinjaman uang tersebut untuk membeli sejumlah peralatan rumah sakit miliknya di Indramayu.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Panitera pengganti pada Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi, mengakui bahwa uang Rp 700 juta yang ditemukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan, berasal dari anggota DPR RI Sareh Wiyono.

Hal itu dikatakan Rohadi saat memberikan keterangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Rohadi menjadi saksi terkait operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK.

"Pada 10 Juni 2016, saya ajukan pinjaman ke Pak Sareh. Dia sudah seperti Bapak angkat saya," ujar Rohadi, kepada Jaksa penuntut KPK.

Menurut Rohadi, pinjaman uang tersebut untuk membeli sejumlah peralatan rumah sakit miliknya di Indramayu.

Uang tersebut masih berada di dalam mobilnya, saat ia ditangkap oleh petugas KPK.

"Sesuai peraturan Menteri Kesehatan, harus ada peralatan ICU dan kelengkapan IGD," kata Rohadi.

Ia mengaku mengenal Sareh saat keduanya bekerja di PN Jakarta Utara. Sebelum menjadi anggota DPR, Sareh merupakan hakim.

Pengakuan Rohadi tersebut sesuai dengan keterangan sopirnya, Koko Wira Adnan, yang pernah bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Ia mengatakan bahwa uang Rp 700 juta yang berada di dalam mobil Rohadi saat dilakukan operasi tangkap tangan, berasal dari anggota DPR bernama Sareh Wiyono.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved