Pengurus Partai Golkar Papua Sempat Dapat Ancaman Sebelum Teror Bom Terjadi
"Dalam keterangannya Martinus Anthon Werimon menerima ancaman dengan menggunakan kata 'akan dicari dan dibunuh',"
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretraris DPD Partai Golkar Provinsi Papua, Martinus Anthon Werimon mengaku dirinya sempat menerima ancaman sebelum peristiwa teror bom di rumahnya terjadi
"Dalam keterangannya Martinus Anthon Werimon menerima ancaman dengan menggunakan kata 'akan dicari dan dibunuh'," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul, Kamis (13/10/2016).
Ancaman diterima Martinus Anthon Werimon saat sedang mengikuti sidang penetapan pasangan calon di Panwaslu Kota Jayapura mewakili calon walikota dan wakil walikota Benhur Tomi Mano dan Rusman Saru.
"Yang bersangkutan sudah melayangkan laporan secara resmi lewat Polsek Abepura karena merasa keamanannya terancam," kata Martinus Sitompul.
Sebelumnya Rumah pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DPD I Golkar Provinsi Papua Marthinus A Werimon di Kompleks BTN Skyline, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua diteror bom, Kamis (13/10/2016).
Belum diketahui, siapa pelaku teror tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/martinus-sitompul_20160805_065414.jpg)