Freddy Numberi: Masalah HAM di Papua Bisa Selesai Tanpa Intervensi Asing

Freddy Numberi, berharap pemerintah menjalankan komitmennya terkait penyelesaian kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua.

Freddy Numberi: Masalah HAM di Papua Bisa Selesai Tanpa Intervensi Asing
Eri Komar Sinaga/Tribunnews.com
Freddy Numberi. 

TRIBUNNEWS.COM - Salah satu tokoh masyarakat yang pernah menjabat Gubernur Papua periode 1998-2001, Freddy Numberi, berharap pemerintah menjalankan komitmennya terkait penyelesaian kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua.

Hal tersebut dilakukan agar pembangunan Papua bisa berjalan lebih baik, tidak hanya dari sisi infrastruktur tapi juga dari sisi manusianya.

"Saya sebagai orang yang sudah keluar dari pemerintahan tetap berkewajiban mendorong supaya Papua itu dibangun lebih baik lagi," ujar Freddy usai bertemu Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2016).

Menurut Freddy, pemerintah harus bisa menjalin komunikasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah dan masyarakat Papua.

Dengan begitu, upaya penyelesaian bisa berjalan sekaligus memberikan jaminan kasus serupa tidak terjadi kembali.

Selain itu, Pemerintah juga diminta untuk tidak terlalu menanggapi pendapat dari dunia internasional terkait isu pelanggaran HAM di Papua.

Mantan Menteri Perhubungan itu meyakini Pemerintah Indonesia mampu menyelesaikan persoalan tersebut tanpa ada campur tangan dari pihak asing.

"Jangan terlalu menanggapi dunia internasional, internal kita bisa menyelesaikan sendiri kok. Makanya Pak Menko tadi berjanji menyelesaikan dengan cara baik, dengan mengajak seluruh unsur yang ada. Itu yang paling penting," kata Freddy.

Menko Polhukam Wiranto sebelumnya pernah mengatakan bahwa sudah ada kemajuan terkait penyelesaian kasus pelanggaran HAM yang sedang diupayakan Pemerintah.

Dari 12 kasus pelanggaran HAM, sudah ada beberapa kasus yang dikategorikan sebagai pelanggaran HAM dan bukan pelanggaran HAM.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved