Fadli Zon Minta Jangan Hanya Pencitraan Bensin di Papua Rp 6.450 Per Liter

Ia menyinggung keinginan Presiden saat harga daging sapi melonjak tinggi.

Fadli Zon Minta Jangan Hanya Pencitraan Bensin di Papua Rp 6.450 Per Liter
BIRO PERS/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodoberusaha menaiki pesawat pengangkut BBM Air Tractor AT-802 yang sedang mendarat di Bandara Nop Goliat Dekai di Kabupaten Yahukimo, Papua, Selasa (18/10/2016). Dalam kunjungan hari keduanya di Papua Presiden berkesempatan meresmikan Bandar Udara Nop Goliat Dekai sekaligus meninjaunya secara langsung. TRIBUNNEWS/BIRO PERS/AGUS SUPARTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut wacana Presiden Joko Widodo untuk menyeragamkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jawa dan Papua serta Papua Barat patut diapresiasi.

Namun, kata Fadli, langkah tersebut harus bisa direalisasikan dan tidak hanya menjadi bahan pencitraan semata.

"Saya kira ide penyeragaman harga BBM patut diapresiasi, tapi jangan sebatas pencitraan," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Fadli mengatakan, jika direalisasikan, masyarakat Papua akan menikmati harga BBM yang terjangkau dan ongkos transportasi yang wajar.

Ide Presiden itu, kata dia, tentu mengharuskan adanya intervensi pasar.

Fadli berharap intervensi pasar yang dilakukan Pemerintah dalam menyeragamkan harga BBM di Jawa dan Papua bisa berlangsung konsisten.

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, tentu harus ada subsidi dalam jumlah besar supaya harga BBM di Jawa dan Papua bisa seragam.

Namun, Fadli mempertanyakan keseriusan dan kemampuan Pemerintah untuk merealisasikan rencana tersebut.

Ia menyinggung keinginan Presiden saat harga daging sapi melonjak tinggi.

Kenyataannya, harga daging di pasaran tetap tinggi meski Pemerintah berjanji menurunkan ke harga Rp 80.000 per kilogram.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved