Breaking News:

Di Depan Prajurit Kopassus, Jokowi: Dalam Keadaan Darurat, Saya Gerakkan

Apa yang dimaksudkan Presiden, saat ditanya wartawan dengan jawaban diplomatis Presiden tak menjawab tak ada maksud apa-apa

Tribunnews.com/Imanuel Nicolas
Presiden Jokowi saat mengunjungi markas Kopassus 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Entah apa yang dimaksudkan oleh Presiden Jokowi saat menyambangi markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Kamis (10/11) kemarin. Suhu politik yang panas akhir-akhir ini, Presiden mengungkap akan menggerakan salah satu pasukan elit yang dimiliki TNI.

"Ini adalah pasukan cadangan yang bisa saya gerakkan sebagai panglima tertinggi lewat Pangab, lewat Panglima TNI untuk keperluan khusus," kata Jokowi.

"Ini merupakan pasukan cadangan yang dalam keadaan emergency, dalam keadaan darurat, bisa saya gerakkan," katanya lagi.

Apa yang dimaksudkan Presiden, saat ditanya wartawan dengan jawaban diplomatis Presiden tak menjawab tak ada maksud apa-apa. "Tidak ada. Ini Hari Pahlawan kok. Kan tadi saya bilang ada 'kalau'," kata Jokowi.

"Komando!" ujar Presiden Jokowi di hadapan prajurit Kopassus mengawali arahannya kemarin.
Begitu tiba, Presiden langsung diajak oleh Komandan Jenderal Kopassus, Mayor Jenderal TNI Madsuni untuk melihat satuan Kopassus dan aneka perangkat yang digunakan Kopassus saat melakukan operasi militer. Di awal, Presiden Jokowi dikenalkan tentang personel Kopassus dari Satuan 81/Penanggulangan Teroris (Sat-81/Gultor) dengan berbagai tugas yang diberikan.

Setelah itu, Presiden Jokowi dikenalkan tentang alat-alat yang digunakan saat operasi militer, mulai dari alat untuk operasi bawah air. Presiden Jokowi sangat antusias saat melihat alat itu.

Alat yang berbentuk seperti tabung berwarna hitam itu sampai dipegang oleh Presiden untuk dilihat dari dekat.
Belum selesai sampai di situ, Presiden Jokowi diperkenalkan dengan alat komunikasi dan senjata yang digunakan oleh personel.

Sehari sebelumnya, Presiden meminta kepada Kapolri untuk mencari siapa yang menyebarkan isu pergantian Panglima TNI. Ketika itu, Jokowi menegaskan Panglima TNI Gatot Nurmatyo menjalankan tugasnya dengan baik . Menurutnya, isu yang beredar hanya ingin memanaskan suasana. Pernyataan Presiden yang kemudian diamini oleh Panglima TNI.

Polri langsung merespon cepat perintah Presiden. Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Agus Rianto menuturkan saat ini tim Cyber Crime Mabes Polri masih melakukan penelusuran. "Saat ini siapa pembuat dan penyebar isu itu masih ditelusuri oleh teman-teman penyidik," tegas Agus Rianto.

Jenderal bintang satu ini menambahkan pihaknya meminta masyarakat bersabar karena saat ini penyidik sedang bekerja. Nantinya apabila sudah didapatkan titik terang, maka hasilnya akan diungkap ke publik.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved