Presiden Jokowi: Saya juga Punya Perasaan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa dirinya disindir oleh pantun yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa

Presiden Jokowi: Saya juga Punya Perasaan
Repro/Kompas TV
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pernyataan usai memberi pengarahan kepada 1.720 prajurit Kopassus di Lapangan Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (10/11/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di penghujung sambutan pada acara Silatnas Ulama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa dirinya disindir oleh pantun yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.

"Jadi kalau disinggung-singgung ya saya jawab apa adanya memang belum. Tadi kan tanya kapan senangnya? Saya kalo sudah disinggung saya juga punya perasaan," ujar Presiden Jokowi pada acara yang digelar di Ecovention Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (12/11) kemarin.

"Ya nanti kita bicara berdua saja lah, tidak usah diungkap disini, nanti ribuan jemaah jadi tahu," ucap Presiden Jokowi disambung tawa ribuan jemaat.

Saat itu, Presiden Jokowi tengah membahas mengenai infrastruktur batin dan mengemukakannya di hadapan ribuan peserta yang hadir. Presiden Jokowi mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang telah mengawali pembentukan infrastruktur batin, misalnya melalui program Nusantara Mengaji.

"Tapi kalau sudah masuk ke infrastruktur batin, bisik-bisiknya dengan Cak Imin. Sekarang belum," ucap Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Muhaimin Iskandar di ujung pidatonya menyampaikan dua pantun. "Pantun yang kedua, berakit-rakit dahulu, berenang-renang kemudian. Bersakit-sakit dahulu, senangnya kapan?" kata Muhaimin.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyinggung soal kasus yang ada di DKI Jakarta.Jokowi tak menyebut secara spesifik apa kasus yang dimaksud. Tetapi sebelumnya dia juga menyinggung soal situasi sosial setelah demonstrasi 4 November 2016.

"Yang berkaitan dengan Jakarta sejak awal saya sampaikan saya tak mau campuri urusan hukum serahkan saja dengan penegak hukum," tutur Jokowi.

Pada demonstrasi itu, tuntutannya adalah agar ada proses hukum terkait pidato kontroversial Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Jokowi sendiri sebelumnya juga sudah perintahkan Kapolri agar gelar perkara terkait kasus Ahok itu dilakukan secara transparan.

"Sebelum demo juga sudah diproses. Saksi sudah didatangkan, saksi ahli juga, ini kan memang ada prosedurnya. Tapi kok pada enggak sabaran? Tapi itu bukan PKB, saya tahu," ujar Jokowi.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved