Sabtu, 24 Januari 2026

Teror Bom di Samarinda

Projo: Sop Kekerasan atas Nama Agama

Projo mengecam keras sejumlah kasus peledakan rumah ibadah dari mulai Gereja Oikumene Samarinda, hingga ancaman perusakan Vihara

Editor: Sanusi
TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy melayat korban ledakan Gereja Oikumene di ruang jenazah RSUD AW Syahranie, Senin (14/11/2016). Korban atas nama Intan Olivia (2) meninggal dunia sekitar pukul 03.45 wita setelah sempat menjalani perawatan di RSUD AW Syahranie. TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi garis keras pendukung Jokowi, Projo mengecam keras sejumlah kasus peledakan rumah ibadah dari mulai Gereja Oikumene Samarinda, hingga ancaman perusakan Vihara.

"Kami menyampaikan belasungkawa dan dukacita yang mendalam atas tragedi yang merenggut korban tak berdosa. Kami mengutuk keras dan mengecam tindakan yg menodai rasa kemanusiaan yang beradab," ujar Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo, Selasa (15/11/2016).

"Kami mendesak segenap aparat keamanan dan aparat hukum untuk bertindak tegas, cepat dan antisipatif terhadap setiap upaya yg ingin menghancurkan NKRI dan rasa persaudaraan sesama anak bangsa. Kami tidak rela , apa yang sudah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa, dirusak dan dihancurkan oleh orang-orang yg tidak bertanggung jawab," ujar Budi.

"Hari-hari ini bangsa kita disibukkan oleh pertentangan yang sangat menghabiskan energi. Kami menyerukan kepada semua elite politik untuk menahan diri dan tidak terjebak pada kepentingan jangka pendek yang membuat kita sebagai bangsa kehilangan semangat kebersamaannya. Kami percaya, bangsa yang kuat karena bangsa itu bersatu. Indonesia kuat karena bersatu," pungkas Budi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved