Pilgub DKI Jakarta

Jokowi: Saya Tidak Mau Ikut-ikutan di Situ

Presiden Jokowi tidak ingin terlibat jauh dalam menentukan sikap dukungan terhadap salah satu calon kepala daerah, terutama dalam Pilkada DKI Jakarta.

Jokowi: Saya Tidak Mau Ikut-ikutan di Situ
Dokumentasi Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Imanuel Nicolas Manafe

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa partai pendukung pemerintah memiliki hak untuk mengambil sikap mendukung calon kepala daerah yang berbeda dengan partai pendukung lainnya.

"Itu haknya partai. Itu hak setiap partai. Itu juga haknya PPP," ujar Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Karena itu, Presiden Jokowi tidak ingin terlibat jauh dalam menentukan sikap dukungan terhadap salah satu calon kepala daerah, terutama dalam Pilkada DKI Jakarta.

"Saya enggak mau ikut-ikutan di situ," ucap Presiden Jokowi.

Pada waktu dan tempat yang sama, Ketua Umum PPP Romahurmuziy menjelaskan, perbedaan tersebut merupakan dinamika politik yang terjadi pada tatanan lokal.

Kata dia, setiap partai politik memiliki mekanisme yang berbeda.

"Sejak awal, setiap Parpol punya mekanismenya. Jadi ini adalah dinamika politik lokal yang tidak terhindarkan," ujar Romi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Romi menjelaskan, perbedaan dukungan dalam Pilkada DKI Jakarta tersebut bukan berarti PPP yang telah bergabung ke pemerintah akan mengganggu konfigurasi koalisi partai pendukung.

"Sejak Muktamar di Surabaya dulu kemudian diulangi dengan Muktamar di Pondok Gede, PPP berkomitmen yang sama bahwa kami bersama-sama dengan pemerintahan Pak Jokowi dan Pak JK sampai 2019," katanya.

Ia pun memastikan koalisi pemerintah yang dibanguan solid.

"Tidak ada perubahan apapun," imbuh Romi.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved