Breaking News:

Penyebab Konflik Sosial di Indonesia Menurut Panglima TNI Gatot Nurmantyo

Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo berbagi pemikiran mengenai terjadinya konflik sosial yang pernah dialami Indonesia.

Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo berbagi pemikiran mengenai terjadinya konflik sosial yang pernah dialami Indonesia dalam beberapa tahun lalu.

Hal tersebut dikemukakan dalam memberikan kuliah umum kepada para mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah di Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (29/11/2016).

Mengenai seragam khas kemiliteran, lelaki kelahiran Tegal, Jawa Tengah 56 tahun lalu itu menjelaskan, bahwa media televisi ikut memberikan kontribusi pada konflik sosial yang melanda Maluku, Poso dan Kalimantan Barat beberapa tahun lalu.

"Kalau kita flash back itu pada sembilan, sepuluh tahun yang lalu, tepat media-media baru muncul. Dan sejak saat itu kalau kita nongkrong depan tivi, kita melihat ada perkelahian, kecelakaan, bunuh-bunuhan, ribut di DPR, ribut di mana-mana, kemudian kalau kecelakaan, bunuh-bunuhan diliatin darahnya, sekarang kan di blur-in kan," kata Gatot Nurmantyo.

"Sepuluh menit, kalau nggak di gambar, running text itulah bentuk rekayasa sosial. Kita perusahaan dari mana, tapi yang dia minta tolong di tivi-tivi setiap sepuluh menit, ada berita itu," tutur Gatot Nurmantyo.

"Itulah rekayasa sosial, sehingga tanpa kita sadari terjadilah di Maluku waktu dulu, di Kalimantan Barat, di Poso dan sebagainya. Seolah-olah berubah orang Indonesia yang tadinya santun, tiba-tiba mudah marah," tambah Gatot Nurmantyo. (*)

Penulis: Lendy Ramadhan
Editor: Mohamad Yoenus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved