Breaking News:

Jenderal Gatot Tegaskan TNI Siap Amankan Pemilu 2019

Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap mengamankan pelaksanaan Pemilu Presiden dan Legislatif 2019.

Tribunnews.com/ Ferdinand Waskita
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat mengikuti rapat dengan Pansus RUU Pemilu di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/12/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap mengamankan pelaksanaan Pemilu Presiden dan Legislatif 2019.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat mengikuti rapat dengan Pansus RUU Pemilu di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (13/12/2016) mengatakan berdasarkan keputusan MK sudah jadi keharusan Pemilu Presiden dan Legislatif dilaksanakan serentak.

"Karena itu yang menjadi perhatian untuk pengamanan dalam pemilihan legislatif saja itu sudah sangat luar biasa," kata Gatot.

Jenderal Bintang Empat itu mengakui pelaksanaan pemilu serentak meningkatkan intensitas pengamanan dibanding sebelumnya.

Sesuai ketentuan perundang-undangan, Gatot mengatakan persoalan keamanan ada pada Polri, TNI selalu siap memberikan bantuan tambahan pengamanan.

"Masalah hukum itu tentu nantinya disampaikan Kapolri, kalau kami di TNI amanatnya kami siap diperbantuan sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku ketika diperlukan kepolisian," tutur Gatot.

Selain itu, Gatot juga meminta agar masa tahapan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019 diperpanjang.

Hal tersebut diyakini dapat mengurangi potensi kerawanan dalam Pemilu 2019.

Hal itu menurut dia melihat pemilu sebelumnya, saat itu pemilu legislatif dan pemilu presiden terpisah.

Tetapi, tingkat kerawanan cukup tinggi lantaran tingginya partisipasi masyarakat.

"Hal yang menjadi perhatian pemilu legislatif dan pemilu presiden dipisah saja eksistensinya tinggi, maka kalau Pemilunya bersamaan akan lebih tinggi lagi eksistensinya," kata Gatot.

Menurut Gatot, dengan sistem pemilu yang terpisah antara legislatif dan presiden saja tahapannya membutuhkan waktu 20 bulan.

Karena itu, Gatot meminta agar tahapan Pemilu 2019 dapat diperpanjang menjadi 24 bulan karena pemilu legislatif dan pemilu presiden digelar bersamaan atau serentak.

"Kalau lebih panjang maka UU ini maksimal bulan Mei sudah di ketok sehingga tahapan ini bisa berjalan," ujar Gatot.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved