KM Zahro Express Terbakar

Data Korban Beda-beda, Menhub Serahkan ke KNKT

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyerahkan perihal data pasca kecelakaan korban kapal Zahro Express sepenuhnya kepada KNKT.

Data Korban Beda-beda, Menhub Serahkan ke KNKT
TRIBUNNEWS.COM/ADIATMA FAJAR
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di RSPAD Gatot Subroto,Senin (2/1/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Data korban kapal Zahro Express sampai saat ini banyak yang tidak sama.

Mulai dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Kementerian Perhubungan, dan lembaga negara lainnya masih belum kompak antara satu dengan yang lain.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyerahkan perihal data pasca kecelakaan korban kapal Zahro Express sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Budi mengaku mendapat laporan data terus berbeda-beda.

"Manifest (data) nanti KNKT akan menyelidikinya. Selama ini kita hanya dapatkan angka angka itu dari katanya katanya," ujar Budi di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Senin (2/1/2017).

Budi juga menyerahkan urusan investigasi terkait penyebab kebakaran kapal Zahro Express yang memakan 23 korban jiwa. Karena masih banyak kesimpang siuran informasi perihal munculnya api di kapal tersebut.

"Kita berikan kewenangan kepada KNKT untuk investigasi, KNKT yang akan mendapatkan angka-angka tersebut baik di manifest maupun yang ada di kapal tesebut," ungkap Budi.

Berdasarkan laporan yang diterima oleh Dirjen Hubla, Surat Persetujuan Berlayar (SPB) KM Zahro Express dikeluarkan oleh KSOP Muara Angke dan dinyatakan laik laut untuk berlayar.

Kapal tersebut yang dibuat tahun 2013 berbahan Fiberglass tersebut dinyatakan laiklaut dengan sertifikat keselamatan yang dikeluarkan oleh KSOP Muara Angke yang masih berlaku sampai dengan Juni 2017. ‎Saat kejadian pun kondisi cuaca di wilayah perairan Kepulauan Seribu sedang normal. Lokasi kejadian tepatnya di 06 04' 776" S / 106 46' 243" E.

Dugaan sementara, insiden itu kemungkinan besar akibat konsleting listrik di ruang mesin. Diasumsikan mesin kapal tersebut meledak kemudian terbakar di kamar mesin yang di dalamnya terdapat tangki bahan bakar.

Kapal penumpang berbobot 106 GT dengan tanda selar 6960/Bc tersebut mengangkut sekitar 244 orang, termasuk 6 orang Anak Buah Kapal (ABK). Sedangkan kapasitas kapal mencapai 285 orang.

Dari jumlah tersebut, dilaporkan korban meninggal berjumlah 23 orang dengan rincian 20 orang terbakar yang saat ini sudah dibawa ke RS POLRI, 3 orang meninggal karena terjun ke laut, 2 orang dibawa ke RS. Atmajaya dan 1 orang ke RS. Pluit

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved