Breaking News:

Ketua Umum PBNU Said Aqil Mengaku Banyak Difitnah

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj mengaku banyak difitnah.

Harian Warta Kota/henry lopulalan
MENJAGA PERSATUAN DAN KESATUAN - Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Ketua Bidang Hukum Robikin Emhas (kiri-Kanan) dalam jumpapers pembacaan seruan untuk Warga NU di Kantor Pusat PB NU Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Jumat (28/10/2016). PBNU menyerukan kepada ummat khususnya warga NU untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan mempererat tali silaturahmi antar komponen masyarakat serta pro-atif turut memenangangkan situsasi menjaga agar suasana aman dan damai. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj mengaku banyak difitnah.

Dia menduga fitnah tersebut berasal dari  kelompok-kelompok yang hendak menggulingkannya  dari posisinya saat ini.

"Sekarang barangkali (mereka) mau merebut kebesaran NU, mau jadi Imam Besar, silakan, silakan. Dikira saya sakit gigi apa, (kalau) nggak disebut Imam Besar," ujar Said Aqil Siraj dalam sambutannya di acara penandatanganan nota kesepahaman antara PBNU dan PT. Pertamina (persero), di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (4/1/2017).

Baca: Ketua Umum PBNU Said Aqil Heran Kerap Dianggap Mendukung Ahok

Fitnah dan kecaman yang diterimanya itu antara lain disebabkan pernyataannya atas kasus penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Terhadap warga NU, Said Aqil Siraj justru mengimbau mereka untuk tidak ikut aksi kontra Ahok bernama "Aksi Bela Islam" beberapa waktu lalu.

"Saya melarang warga NU untuk tidak ikut demo Ahok, kalau tidak saya larang nggak muat Jakarta ini," katanya.

Baca: Said Aqil Nilai Negara Gagap Tangani Radikalisme di Dunia Maya

Dia menegaskan hanya sekali bertemu Ahok, yakni pada acara Haul Gus Dur yang digelar pada 23 Desember lalu.

Saat itu ia sempat bersalaman dengan Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 itu.

Said Aqil Siraj juga menegaskan bahwa NU tetap konsisten mengawal Pancasila dan persatuan bangsa.

Ia percaya kelak akan terbukti siapa yang murni berjuang dan siapa yang berjuang untuk kepentingan tertentu.

"Nanti semua orang akan tahu, kebenaran adalah kebenaran," katanya.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved