Breaking News:

Pancasila Dihina

Ketua Komisi I Minta Militer Australia Lakukan Investigasi Atas Keberatan yang Disampaikan TNI

Penjelasan dari ‎pihak TNI penting guna mengetahui secara pasti alasan moratorium kerjasama militer dan agar tidak berdampak

Warta Kota/Alex Suban
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyalami prajurit pasukan elite Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) saat mengunjungi Markas Komando Divisi Infanteri I Kostrad TNI AD di Cilodong, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -‎ Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari  akan meminta penjelasan pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas keputusan penghentian sementara kerjasama antara TNI dan militer Australia.

Menurutnya, penjelasan dari ‎pihak TNI penting guna mengetahui secara pasti alasan moratorium kerjasama militer dan agar tidak berdampak kepada kerjasama di bidang lainnya.

"‎Saya berpandangan keputusan moratorium tersebut dilakukan secara terbatas hanya pada hal terkait latihan militer bersama, sehingga dampak yang meluas terhadap bidang-bidang bilateral yang tidak mengalami perubahan dan tidak mempengaruhi hubungan bilateral Indonesia dan Australia," kata Abdul Kharis saat dikonfirmasi, Kamis (5/1/2017).

Abdul ‎Kharis pun mendesak pihak militer Australia agar melakukan investigasi secara internal atas keberatan-keberatan yang disampaikan TNI termasuk hal-hal teknis yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan kerja sama militer tersebut.

"Apabila ditemukan benar adanya pelanggaran simbol/lambang negara Indonesia oleh pihak militer Australia, maka saya mendesak melalui Kemenhan RI dan Kemlu RI agar pihak militer Australia memberikan penjelasan dan meminta maaf baik sercara personal maupun kelembagaan," tuturnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved