Politikus Demokrat: Tingginya Harga Pangan Bukan Isu remeh

"Ini merata di hampir semua provinsi di Tanah Air. Ini bukan isu remeh temeh,"

Politikus Demokrat: Tingginya Harga Pangan Bukan Isu remeh
TRIBUNNEWS.COM/Ferdinand Waskita
Politisi Partai Demokrat Herman Khaeron 

Data PIHPSN juga menyebutkan bahwa harga tertinggi terjadi di provinsi yang jauh dari sentra produksi komoditas tersebut.

Cabai rawit merah di NTT mencapai Rp 70.850/kg naik 5,9 persen.

Sementara di Papua mencapai Rp 106.900/kg atau naik 2,9 persen.

Sedangkan bawang putih ukuran sedang Rp 49.400/kg dan cabai merah besar di Provinsi Aceh berkisar Rp 43.500/kg, naik 15/5 persen.

melihat kenyataan tersebut, Herman Khaeron mengatakan pihaknya menghargai upaya pemerintah mengatasi fluktuasi yang terjadi.

"Namun, apabila kejadian ini terus berulang, berarti ada celah dalam kebijakan pemerintah yang perlu dibenahi dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan di masyarakat," kata Herman Khaeron.

Atas dasar itu, Herman Khaeron mengimbau pemerintah segera mencari solusi yang komprehensif.

Mencakup sub sistem agribinis dari budidaya hingga distibusi (from farm to table) dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan.

Beberapa intervensi atau solusi yang dapat dilakukan adalah budidaya melalui pengembangan kawasan pangan produktif tertentu dan distribusi pangan yang efisien.

Kata dia, syarat keberhasilan distribusi pangan adalah adanya institusi pangan yang kuat.

Hal tersebut bisa diwujudkan melalui pembentukan lembaga pemerintah yang menangani bidang pangan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

Nantinya, lembaga pemerintah tersebut mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Pangan.

Lembaga pemerintah tersebut pun dapat mengusulkan kepada Presiden dalam memberikan penugasan khusus kepada badan usaha milik negara di bidang pangan.

Baik dalam melaksanakan produksi, pengadaan, penyimpanan, dan distribusi pangan pokok dan pangan lainnya yang ditetapkan pemerintah.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved