Imparsial Nilai Kebijakan Imigrasi Donald Trump Larang Imigran 7 Negara Masuk Amerika Diskriminatif

Imparsial menilai kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang melarang imigran dari tujuh negara masuk Amerika bersifat diskriminati

Tribunnews.com/ Ruth Vania
Imparsial memberikan tanggapan atas kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, soal imigrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Imparsial menilai kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang melarang imigran dari tujuh negara masuk Amerika bersifat diskriminatif.

Dalam pernyataannya, Kamis (2/2/2017), lembaga pengawasan hak asasi manusia (HAM) itu menyebut kebijakan imigrasi terbaru Amerika Serikat sebaiknya dikaji ulang dan dievaluasi.

"Karena (kebijakan itu) bersifat diskriminatif, multitafsir, mengabaikan hak-hak pengungsi, berdampak pada kebebasan sipil dan HAM, serta berdampak pada dinamika keamanan global," demikian pernyataannya.

Apalagi, pengecualian yang dikenakan terhadap kebijakan itu hanya dikhususkan pada kelompok agama minoritas dari tujuh negara tersebut.

Sedangkan, imigran yang ingin mengungsi ke Amerika Serikat karena alasan didiskriminasi di negara asalnya atas orientasi seksualnya atau membutuhkan pertolongan medis juga ikut dilarang.

Baca: Indonesia dan Australia Berharap Kebijakan Donald Trump Bisa Jaga Stabilitas Internasional

Menurut Imparsial, kebijakan Donald Trump melalui pembatasan imigran berdasar negara asalnya itu berimplikasi terhadap isu HAM.

Terutama hak atas pendidikan, pekerjaan, dan kebebasan bergerak.

"Padahal, hak-hak tersebut merupakan bagian dari hak-hak yang dilindungi menurut Konvensi Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik," tambah pernyataan itu.

Halaman
12
Berita Populer
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved