Breaking News:

Raja Arab Saudi ke Indonesia

Jelang Kedatangan Raja Arab, Pengamat: Densus 88 Harus Kerja 24 Jam

Ia mengingatkan, beberapa hari sebelum kunjungan Raja Salman beredar video YouTube yang dikeluarkan ISIS.

Kompas.com
Sejumlah anggota pasukan pengamanan dan tim protokoler Kerajaan Arab Saudi, Sabtu (25/2/2017), memeriksa kesiapan Ruang Rapat Paripurna DPR, di Senayan, Jakarta. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud akan berpidato mengenai hubungan Indonesia-Arab Saudi di DPR, Kamis (2/3/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aparat Kepolisian, TNI, dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) harus waspada terhadap kemungkinan serangan teroris ketika Pemimpin Arab Saudi, Raja Salman bin Abdul Azis Al Saud berkunjung ke Indonesia.

Rombongan raja Arab Saudi sangat besar dengan melibatkan 1500 orang dan tujuh pesawat.

"Raja Salman akan berlibur ke Bali selama tiga hari.Ini kunjungan sangat penting dan bersejarah, sejak 47 tahun yang lalu baru kali ini Raja Arab Saudi datang lagi ke Indonesia," kata pengamat terorisme, Ridlwan Habib kepada Tribunnews.com.

Menurutnya, kunjungan pemimpin Arab Saudi ini harus benar-benar aman. Aparat polisi terutama Densus 88 harus waspada penuh, termasuk dari kemungkinan serangan terorisme. 

Kata Ridlwan, ISIS bahkan pernah menyerang tempat parkir Masjid Nabawi di Madinah 4 Juli 2016 lalu.

"Empat anggota ISIS meledakkan dirinya saat hendak ditangkap di sebuah lokasi dekat Konsulat Amerika di Jeddah pada 5 Juli 2016. Bagi ISIS, pemerintah Arab Saudi itu musuh. Bagi Saudi, ISIS adalah teroris berbahaya," katanya,

"Karena itu, Densus 88 Polri harus waspada terhadap kemungkinan teror pada saat kunjungan Raja Salman. Pengawasan terhadap mantan napi terorisme harus diperkuat dan jangan ada celah kelengahan sekecil apapun."

Ia mengingatkan, beberapa hari sebelum kunjungan Raja Salman beredar video YouTube yang dikeluarkan ISIS.

Isinya adalah anjuran agar tidak menaati ulama Arab Saudi.Video berjudul Al Khair Maka Perangilah Imam Kekufuran itu berisi cuplikan pidato ulama ISIS yang anti Saudi.

"Ini harus diwaspadai karena ada subtitle berbahasa Indonesia di video itu. Ini bisa menginspirasi lone wolf untuk beraksi. Kunjungan Raja Salman yang melibatkan ribuan orang rawan dengan penyusupan. Paspampres dan Densus 88 Polri perlu mengantisipasi tamu undangan yang mencurigakan."

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved