Kamis, 16 April 2026

Hanura Nilai Pertemuan Jokowi dengan Mantan Presiden Perlu Ditradisikan

Wasekjen Hanura Dadang Rusdiana menilai positif hal tersebut. Pasalnya, komunikasi politik antar berbagai tokoh nasional

Warta Kota/henry lopulalan
Presiden Joko Widodo (kiri) menerima kunjungan Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang juga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) di Istana Merdeka, Kamis (9/3/2017). Kedua tokoh tersebut bersilaturahmi sambil membahas situasi bangsa dan negara terkini. Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Partai Hanura angkat bicara mengenai usulan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membentuk perkumpulan mantan presiden dan presiden Indonesia. Ide tersebut dilontarkan SBY saat bertemu Presiden Joko Widodo.

Wasekjen Hanura Dadang Rusdiana menilai positif hal tersebut. Pasalnya, komunikasi politik antar berbagai tokoh nasional perlu terus dilakukan.

Termasuk dengan para mantan presiden, agar saling memberikan masukan terhadap perkembangan bangsa dan negara. "Apalagi para mantan presiden kecuali Habibie kan menjabat sebagai Ketum Parpol, tentu dibutuhkan komunikasi yang intensif," kata Dadang melalui pesan singkat, Sabtu (11/3/2017).

Menurut Dadang, Presiden Jokowi merespon baik usulan itu dengan menyatakan bahwa pertemuan dengan para mantan presiden harus ditradisikan.

"Pembangunan nasional kan tidak bisa hanya dilakukan oleh seseorang atau sekelompok saja, dibutuhkan kerjasama berbagai pihak," kata Sekretaris Fraksi Hanura itu.

Sebelumnya, saat melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sarannya agar ada perkumpulan Presiden dan Mantan Presiden.

Wacana pembentukan perkumpulan menurut Ketua Umum Partai Demokrat itu agar komunikasi bisa terus terjalin dengan lancar.

"Jadi perasaan saya bersyukur gembira dan ya ini kalau ada klub presiden dan mantan presiden kan baik seperti ini kita bisa saling berkomunikasi," ujar SBY di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Mendengar usulan dari SBY, Presiden Jokowi hanya tertawa saja tidak memberikan tanggapan apapun.

Namun, Presiden Jokowi mengatakan bahwa tradisi estafet atau saling melanjutkan program yang telah dirintis oleh kepala negara sebelumnya perlu dilakukan.

"Kalau budaya terus bisa dilakukan kita miliki negara ini sampai mencapai titik target bagi kebaikan rakyat, bagi kebaikan negara," tutur Jokowi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved