Breaking News:

Kementerian Perindustrian Siap Penuhi 3 Juta Unit Kebutuhan Cangkul Dalam Negeri

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meningkatkan produktivitas industri kecil dan menengah (IKM).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk memenuhi kebutuhan pasar sektor perkakas pertanian non-mekanik dalam negeri, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meningkatkan produktivitas industri kecil dan menengah (IKM).

Untuk itu dilakukanlah rapat evaluasi hingga ditentukan kalau tahun 2017 ini produk yang menjadi fokus adalah alat perkakas pertanian cangkul dengan target 3 juta unit.

“Untuk itu, kami melakukan rapat evaluasi dan tindak lanjut setelah penandatanganan Nota Kesepahaman mengenai Pemenuhan Kebutuhan Bahan Baku Untuk Pembuatan Alat Perkakas Pertanian Non Mekanik, beberapa waktu lalu,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Gedung Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

Kemudian telah disepakati pula kerjasama dengan 4 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk pengadaan cangkul tersebut yaitu PT. Krakatau Steel, PT. Boma Bisma Indra (BBI), PT. Sarinah, serta PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) pada 5 Januari 2017.

PT Krakatau Steel dalam proyek ini bertindak sebagai penyedia bahan baku cangkul, kemudian BBI yang akan melakukan pembuatan cangkul menjadi 75 persen produk jadi.

“Produk ini belum dicat, belum ditajamkan, dan belum ditambah gagang kayu. Untuk proses 25 persennya akan dikerjakan oleh IKM,” jelas Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih.

Setelah dua BUMN itu mengolah hingga 75 persen kesiapannya, PPI dan Sarinah akan melakukan sosialisasi  produk dari BBI kepada IKM sesuai standar yang telah ditentukan.

Setelah itu, produk yang dihasilkan IKM bisa langsung dikirim ke agen penjual atau dikirim ke PPI dan Sarinah sebagai distributor untuk dipasarkan ke agen penjual.

“Sesuai konsep bisnis yang telah disepakati bersama, cangkul 75 persen tersebut akan didistribusikan kepada sentra-sentra IKM alat pekakas pertanian dan industri besar yang membutuhkan bahan baku cangkul yang tersebar di 12.609 unit usaha dari Sabang hingga Merauke,” ucap Dirken IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih.

Dirjen IKM Gati Wibawaningsih pun optimistis, IKM mampu memenuhi pasar dalam negeri karena Krakatau Steel telah memproduksi medium carbon steel lembaran SS400 sebagai bahan baku cangkul sebanyak 110 ton dan 43 ton untuk bahan karah cangkul yang sudah dikirimkan ke pabrik BBI di Pasuruan, Jawa Timur.

“Saat ini, BBI mampu memproduksi 100 ribu unit cangkul per bulan, dan siap menambah kapasitas produksi untuk mengejar target tiga juta unit cangkul per tahun,” pungkas Dirjen IKM.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Sugiyarto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved