Penyidik KPK Diteror

Profil Novel Baswedan: Lulusan Akpol 1998 yang Memilih Gabung Sebagai Penyidik Independen KPK

Novel mengawali kariernya di Kepolisian RI (Polri) tahun 1998, setelah lulus dari Akpol. Ia kemudian bertugas di Polres Bengkulu pada 1999-2005.

Profil Novel Baswedan: Lulusan Akpol 1998 yang Memilih Gabung Sebagai Penyidik Independen KPK
capture
Kronologi Novel Baswedan Disiram Air Keras usai Salat Subuh di Masjid 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik KPK Novel Baswedan, Selasa pagi (11/4/2017) diteror dua orang pengendara motor tak dikenal.

Novel disiram air keras seusai salat subuh di masjid Al Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Novel merupakan seorang penyidik terbaik di KPK. Pria kelahiran Semarang pada tanggal 22 Juni 1977 adalah cucu dari salah satu pendiri bangsa, anggota BPUPKI, Abdurrahman (AR) Baswedan.

Novel mengawali kariernya di Kepolisian RI (Polri) tahun 1998, setelah lulus dari Akpol. Ia kemudian bertugas di Polres Bengkulu pada 1999 hingga 2005.

Pada Januari 2007 ditugaskan sebagai penyidik untuk KPK. Selama berkiprah sebagai penyidik KPK sudah banyak yang dilakukan Novel, terutama saat mengungkap kasus korupsi simulator SIM yang menjadikan Kepala Korlantas Polri saat itu Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka.

Kasus itu hingga mengakibatkan dua institusi, KPK dan Polri memanas. Kasus penembakan terhadap enam pencuri sarang burung walet di Bengkulu, kala Novel menjabat Kasatserse Polres Bengkulu diangkat kembali. 

Novel sendiri akhirnya memilih melepaskan "seragamnya" di Polri dan bergabung sebagai penyidik KPK tahun 2014.

Surat peringatan

Belum lama, Novel Baswedan dikabarkan mendapat Surat Peringatan (SP) dari pimpinan KPK. Diduga kuat, hal itu lantaran protes Novel, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Wadah Pegawai KPK terkait rencana lembaga tersebut untuk mengangkat Ketua Satuan Tugas KPK dari luar KPK.

Dukungan pun datang dari "senior-senior" KPK. Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengatakan, Pimpinan KPK seharusnya meninjau kembali surat peringatan (SP) yang diberikan kepada penyidik KPK, Novel Baswedan.

Halaman
12
Penulis: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved