Menteri Susi Minta Media Mengoreksi Pemerintah

Menteri Kelautan dan Perikanan Dr (HC) Susi Pudjiastuti akhirnya ngobrol panjang dengan para wartawan Indonesia di Tokyo, Jumat (14/4/2017).

Menteri Susi Minta Media Mengoreksi Pemerintah
Koresponden Tribunnews/Richard Susilo
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sedang santai bersama wartawan Indonesia. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Setelah seminggu pertemuan dengan berbagai pejabat dan pengusaha di Jepang, Menteri Kelautan dan Perikanan Dr (HC) Susi Pudjiastuti akhirnya ngobrol panjang dengan para wartawan Indonesia di Tokyo, Jumat (14/4/2017).

"Perikanan dan kelautan sudah bagus saat ini, tetapi harus tetap dipertahankan bahkan harus semakin baik ya di masa depan," kata Susi kepada wartawan.

"Terus kalau berganti menteri nanti semua berubah lagi, korupsi muncul lagi, mafia perikanan muncul lagi bagaimana bu?" tanya para wartawan.

"Lha, kan ada kalian para media. Kalian lah para media yang harus menjaga Indonesia, mengoreksi pemerintah kalau tidak benar jalannya. Gunakan pula media sosial untuk hal positif mengingatkan para pejabat kita yang mulai menyeleweng jalannya," kata Susi.

Susi mengatakan jangan hanya berharap kepadanya saja dan media bisa ikut menjaga jalannya pemerintahan Indonesia supaya semakin baik.

Baca: Keidanren Jepang Berharap Kebijakan Susi Pudjiastuti Terus Berjalan Meski Tak Lagi Jadi Menteri

"Saya sih kalau sudah tidak jadi menteri lagi ya kembali lah ke perusahaan saya," ujar Susi.

Pada jumpa masyarakat Indonesia di Tokyo, Rabu (12/4/2017) Susi pun menyampaikan hal yang sama.

"Kalau dulu saya bisa santai pegang perusahaan saya sendiri, gak perlu dandan segala lah, kini jadi Menteri harus sediakan waktu 45 menit buat dandan. Kalau tidak, tanya tuh para wartawan, rambut saya masih berdiri sudah difoto diberitakan, kan repot saya jadinya. Jadi harus cantik dong," katanya disambut tawa sekitar 300 masyarakat Indonesia yang memenuhi ruangan Sekolah Republik Indonesia Tokyo.

Dengan waktu berdandan 45 menit itu, Susi pun menghitung kalau setahun jadinya hilang berapa hari untuk berdandan saja dan itu dianggapnya mengurangi waktunya bekerja.

Susi juga mengingatkan kepada masyarakat Indonesia mengenai penggunaan media sosial.

"Jangan pakai buat yang gak benar, akses yang porno-porno, ngegosip, habis waktu kalian, sayang itu. Jangan lakukan itu. Gunakan medsos buat hal positif membangun bangsa ya, ingatkan pejabat pemerintah kalau kerja tidak benar. Kini mungkin sekitar 50 persen pejabat Indonesia semua melihat medsos sebagai masukan bagi kerja mereka," kata Susi.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved