Satu Keluarga Diberondong Tembakan

Rapat dengan Kapolri Pekan Depan, Komisi III Tanya soal Peristiwa Lubuklinggau

Komisi III DPR akan menggelar rapat kerja dengan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian pekan depan.

Rapat dengan Kapolri Pekan Depan, Komisi III Tanya soal Peristiwa Lubuklinggau
capture youtube
Peristiwa ini terjadi Selasa (19/4/2017) pagi, saat sebuah mobil sedan hitam yang berasal dari kabupaten rejang lebong Provinsi Bengkulu dihentikan oleh polisi saat razia lalu lintas di lingkar barat Kota Lubuklinggau. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi III DPR akan menggelar rapat kerja dengan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian pekan depan. Salah satu materi utama rapat yakni peristiwa penembakan di Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

"Komisi III berpandangan bahwa sementara ini diskresi yang dilakukan aparat kepolisian di lapangan dengan menembak, kalau kita lihat posisi pelurunya bukan diskresi yang tepat," kata Anggota Komisi III DPR Arsul Sani di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Arsul mempertanyakan tindakan oknum polisi yang menembak kaca dan tidak ke arah ban. Selain itu, Politikus PPP itu juga bertanya alasan polisi tidak mengejar mobil terlebih dahulu.

"Apakah polisinya yang nembak sudah lama tak latihan menembak atau lama tak gunakan senjata. Itu antara lain," kata Arsul.

Sebelumnya, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga mengakui penembakan mobil Honda City BG 1488 ON yang berisi satu keluarga di daerah Curup, Lubuk Linggau, dilakukan polisi yang bertugas.

Hajat menjelaskan, peristiwa terjadi ketika mobil menerobos razia petugas hingga rambu rambu lalu lintas.

"Jadi anggota melakukan tembakan peringatan. Tapi kendaraan masih melaju. Hingga akhirnya petugas lakukan tembakan ke arah ban sampai stop," ujarnya, selasa (18/4/2017).

Ia mengatakan, pengejaran memakan waktu sampai 1 km. Bahkan pengendara sempat menerobos rambu rambu lalu lintas (lampu merah).

Rombongan yang terdiri dari seorang ibu, anak-anak dan cucu-cucu dengan total tujuh orang ini ditembaki saat melintas di Kota Lubuklinggau.

Akibat peristiwa ini, satu orang, yaitu Surini (55), meninggal dunia karena luka tembakan di beberapa bagian tubuhnya.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved