Penyidik KPK Diteror

Aktivis Antikorupsi Sebut Pelemahan Pemberantasan Korupsi Makin Nyata

Serangkaian teror dan tekanan politik yang menimpa KPK, menurut Natalia Soebagjo patut diduga sebagai bentuk pelemahan pemberantasan korupsi.

Aktivis Antikorupsi Sebut Pelemahan Pemberantasan Korupsi Makin Nyata
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah aktivis penyelamatan KPK melakukan aksi teatrikal Superhero siap jaga KPK 'Guardians of KPK' di area Car Free Day, Bundaran HI, Jakarta, Minggu (16/4/2017). Dalam aksi teaterikal tersebut mendorong Presiden dan Kapolri untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktivis antikorupsi menyatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah berhadapan dengan pihak yang ingin menggagalkan pengungkapan kasus korupsi.

Beberapa hadangan yang diterima KPK yakni tindak kekerasan terhadap penyidik senior Novel Baswedan disusul digulirkannya hak angket DPR atas BAPPP Miryam menurut aktivis merupakan bukti nyata pelemahan.

"Pemberantasan korupsi kembali diuji saat KPK sedang bekerja keras untuk mengungkap proyek reklamasi, skandal suap hakim MK (Mahkamah Konstitusi), korupsi di Bakamla (Badan Keamanan Laut) dan terakhir korupsi e-KTP. Ditambah lagi KPK mendapat serangan teror yang menimpa Novel Baswedan serta beberapa anggota DPR menggulirkan hak angket," tutur aktivis Natalia Soebagjo, Senin (24/4/2017).

Serangkaian teror dan tekanan politik yang menimpa KPK, menurut Natalia Soebagjo patut diduga sebagai bentuk pelemahan pemberantasan korupsi.

Dimana tindakan itu merupakan ancaman nyata bagi kelangsungan Bangsa Indonesia untuk terbebas dari tindak pidana korupsi yang menggurita.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved