Penyidik KPK Diteror

Novel Baswedan Jalani Empat Tindakan pada Matanya

Febri menjelaskan tekanan mata Novel terus menunjukkan perbaikan. Tekanan mata kanan sudah 16 sementara mata kiri 18.

Novel Baswedan Jalani Empat Tindakan pada Matanya
Repro/KompasTV
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan dibawa dengan menggunakan kursi roda saat akan diterbangkan ke Singapura dari RS Jakarta Eye Center (JEC), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017). Novel Baswedan dipindahkan ke rumah sakit di Singapura untuk menjalani perawatan lebih intensif usai dirinya mengalami serangan fisik dari orang tak dikenal dengan menggunakan cairan yang diduga air keras yang membuat Novel Baswedan mengalami luka serius di sekitar wajah. 

‎Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dokter ahli mata di Singapura hari ini, Senin (24/4/2017) melakukan empat tindakan pada mata Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disiram air keras oleh dua pria tidak dikenal.

"Hari ini dokter melakukan empat tindakan. Mulai dari pemeriksaan tekanan mata, pemberian eye drop, analisa langsung terhadap dua bola mata dan memberikan cairam kimia untuk mengetahui kondisi mata melalui indikator warna," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Febri menjelaskan tekanan mata Novel terus menunjukkan perbaikan. Tekanan mata kanan sudah 16 sementara mata kiri 18.

Selanjutnya untuk tindakan pengetesan huruf dan angka, mata sebelah kanan sudah bisa membaca sampai level 6, sedangkan kiri level 45 atau hanya huruf besar yang terlihat.

"Untuk pengetesan huruf dan angka, levelnya makin kecil itu makin baik," terang Febri.

‎Febri menambahkan secara umum kondisi Novel stabil. Dokter mengatakan dalam waktu saru minggu ke depan perbaikan conjungtiva mata kanan diharapkan telah menyentuh kornea. Sedangkan pertumbuhan untuk mata kiri masih lambat.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved