Korupsi KTP Elektronik

Belum Tertangkap, Miryam Masih Diburu KPK dan Polri

Febri melanjutkan ‎setelah kemarin ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh KPK, lalu KPK menyerahkan sejumlah data Miryam

KOMPAS IMAGES
Miryam S Haryani 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan hingga pagi ini, Jumat (28/4/2017) Miryam S Haryani (MSH) belum berhasil ditangkap.

"KPK masih terus koordinasi dengan Polri untuk mencari tahu posisi keberadaan MSH. Hingga kini MSH belum ditangkap," ungkap Febri.

Febri melanjutkan ‎setelah kemarin ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh KPK, lalu KPK menyerahkan sejumlah data Miryam ke Polri untuk dilakukan pencarian.

Kini Polri sudah menyebarkan foto serta identitas tersangka memberikan keterangan palsu di sidang e-KTP, Miryam S Haryani agar masyarakat yang mengetahui keberadaan yang bersangkutan dapat segera melapor ke kantor polisi terdekat.

Untuk diketahui Miryam merupakan tersangka kasus memberikan keterangan palsu di sidang korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

Di kasus korupsi e-KTP sendiri, status Miryam masih sebagai saksi. Sementara tersangka di korupsi e-KTP ada tiga orang.

Irman dan Sugiharto sudah masuk persidangan sedangkan Andi Agustinus alias Andi Narogong masih menjalani proses penyidikan di KPK.

Atas perbuatannya, Miryam dijerat dengan Pasal 22 jo Pasal 35 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 3-12 tahun penjara.

Lantaran tidak Koperatif atas panggilan KPK sebagai tersangka, dimana panggilan pertama Miryam tidak hadir karena Ibadah Paskah. Lalu panggilan kedua sakit dan dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah.

Hingga kini, Miryam tidak muncul ke KPK sampai akhirnya KPK menetapkan Miryam sebagai Daftar Pencarian Orang.

Atas proses hukumnya di KPK, Miryam melawan KPK dengan mendaftarkan gugatan praperadilan yang akan disidang pada 8 Mei 2017 nanti di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved