Jika Polisi Salah Terapkan Diskresi, 'Kaki Kanan di Penjara, Kaki Kiri di Kuburan'

Menurut Tito, ada tiga syarat yang harus dipenuhi anggota Polri sebelum menggunakan kewenangan diskresinya.

Jika Polisi Salah Terapkan Diskresi, 'Kaki Kanan di Penjara, Kaki Kiri di Kuburan'
Abdul Qodir/Tribunnews.com
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian kembali mengingatkan seluruh anggota kepolisian, termasuk pimpinan wilayah, agar mampu menggunakan kewenangan diskresi dalam menilai dan mengambil tindakan terhadap suatu situasi secara tepat dan cepat.

Jika salah dalam menggunakan diskresi, akibatnya ke polisi adalah, "Kaki kanan di penjara, kaki kiri di kuburan."

Hal ini disampaikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat memberi pengarahan dalam acara pelantikan atau serah terima jabatan enam Kapolda dan Kadiv Humas baru Polri di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (28/4/2017).

"Ada akar masalah yang penting, yaitu mengenai menguasai diskresi, mulai pangkat terendah sampai tinggi, harus bisa menilai suatu peristiwa, menentukan opsi apa yang harus diambil, dan mengambil tindakan yang tepat dan cepat untuk menjaga kepentingan publik, petugas dan masyarakat," kata Tito.

Hal ini disampaikan Tito menyusul kasus salah tembak yang dilakukan polisi terhadap warga di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, dan di Bengkulu pada beberapa hari lalu.

Tito mengkritisi, selama ini banyak anggota Polri yang hanya paham istilah diskresi. Namun, tidak mampu dalam prakteknya.

Anggota Polri mempunyai kewenangan diskresi atau melakukan tindakan menurut penilaiannya saat melaksanakan tugas dan wewenangnya dalam rangka kewajiban menjaga, memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum, sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat 1 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri.

Menurut Tito, ada tiga syarat yang harus dipenuhi anggota Polri sebelum menggunakan kewenangan diskresinya.

Yakni, kemampuan dalam menilai suatu situasi atau keadaan secara cepat, kemampuan menentukan opsi tindakan yang bisa diambil, dan mengambil tindakan secara tepat dan cepat.

Jika tindakan kewenangan diskresi itu dilakukan secara tepat dan cepat, maka seorang anggota Polri akan mendapat apresiasi dan reward karena telah berprestasi, seperti dilakukan Aiptu Sunaryanto.

Halaman
12
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved