Korupsi KTP Elektronik

KPK Periksa Sopir Pribadi Miryam

Penyidik menjadwalkan pemeriksaan pada sopir pribadi Miryam, Waryat alias Opay untuk kepentingan penyidikan dari majikannya tersebut.

Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani hadir di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (30/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Meski Miryam S Haryani melayangkan gugatan praperadilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, KPK telah memproses kasus memberikan keterangan palsu di sidang e-KTP yang menjerat Miryam sebagai tersangka.

Hari ini, Jumat (28/4/2017) penyidik menjadwalkan pemeriksaan pada sopir pribadi Miryam, Waryat alias Opay untuk kepentingan penyidikan dari majikannya tersebut.

"Kasus MSH terus berlanjut, hari ini kami periksa sopir pribadi MSH bernama Waryat alias Opay," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Febri berharap sopir pribadi Miryam kooperatif dengan penyidik KPK, tidak mengikuti jejak Miryam yang kerap mangkir dari panggilan sebagai tersangka dan akhirnya ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh KPK.

Untuk diketahui Miryam merupakan tersangka kasus memberikan keterangan palsu di sidang korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

Di kasus korupsi e-KTP sendiri, status Miryam masih sebagai saksi. Sementara tersangka di korupsi e-KTP ada tiga orang.

Irman dan Sugiharto sudah masuk persidangan sedangkan Andi Agustinus alias Andi Narogong masih menjalani proses penyidikan di KPK.

Atas perbuatannya, Miryam dijerat dengan Pasal 22 jo Pasal 35 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 3-12 tahun penjara.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved