Pilgub DKI Jakarta

Perbedaan Tidak Bisa Diselesaikan dengan Cara Demo atau Kirim Karangan Bunga

Menurut Gus Solah, perlunya dialog lintas agama maupun di dalam kelompok Islam itu sendiri.

Perbedaan Tidak Bisa Diselesaikan dengan Cara Demo atau Kirim Karangan Bunga
Harian Warta Kota/henry lopulalan
Jejeran karangan bunga untuk Ahok-Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/4). Karangan bunga tersebut sebagai bentuk ungkapan terima kasih, dukungan, dan doa untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat---Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Salahuddin Wahid menyampaikan bahwa gejala konflik antarkelompok saat ini tidak bisa diselesaikan dengan cara melakukan aksi unjuk rasa atau mengirimkan karangan bunga.

“Tidak bisa diselesaikan dengan unjuk rasa atau mengirim karangan bunga dalam jumlah banyak,” ujar Salahuddin Wahid atau Gus Solah dalam acara Seminar Pemikiran Hadratus Syaikh KH M Hasyim Asyari di Kompleks MPR/DPR Senayan, Jakarta, Sabtu (6/5/2017).

Menurut Gus Solah, perlunya dialog lintas agama maupun di dalam kelompok Islam itu sendiri.

“Dialog itu harus dilakukan dengan hati dan kepala dingin. Perbedaan pandangan antardua kelompok di atas harus dislesaikan dalam dialog,” ucap Gus Solah.

Sebab, kata Gus Solah, gejala konflik akibat Pilkada DKI Jakarta tersebut jangan sampai dibiarkan.

“Untuk mencegah potensi konflik, perlu ada upaya meredam konflik. Kalau perlu dialog antarkelompok dalam Islam maupun di kalangan agama lain. Supaya menghasilkan kesepakatan dan diuji di dalam pilkada, pilpres yang akan datang,” kata Gus Solah.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved