Lagi, TNI Lumpuhkan Dua Anak Buah Santoso di Poso

Kontak senjata antara anggota TNI dengan anggota MIT itu berawal dari penemuan patahan kayu, yang diduga merupakan jejak yang ditinggalkan anggota MIT

Lagi, TNI Lumpuhkan Dua Anak Buah Santoso di Poso
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Prajurit TNI Satgas Operasi Tinombala yang telah berhasil menumpas Kelompok Teroris Santoso di wilayah Poso, Sulawesi Tengah, akan menerima Kenaikan Pangkat Luar biasa. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kepada awak media pada acara penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Kartika Eka Paksi Utama kepada Pangab Singapura Letjen Perry Lim, di Plaza Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Selasa (19/7/2016). TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Tinombala gabungan dari Sandha Kopassus TNI AD dan Yonif 514 Raider Kostrad, berhasil menembak mati dua orang anggota Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) jaringan kelompok Santoso, di Desa Kilo Atas, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawasi Tengah, Senin (15/5/2017).

Kapuspen, TNI Mayjen TNI Wuryanto, dalam siaran persnya menyebutkan, kontak senjata antara anggota TNI dengan anggota MIT itu berawal dari penemuan patahan kayu, yang diduga merupakan jejak yang ditinggalkan anggota MIT.

"Setelah ditelusuri jejak tersebut, ditemukan tenda yang diduga berisi delapan orang DPO MIT, selanjutnya dilakukan penyergapan dan terjadi kontak tembak," ujarnya.

Dari baku tembak tersebut, prajurit TNI berhasil menewaskan dua orang DPO MIT, dan mendapatkan satu pucuk senjata laras panjang jenis SS-1 dan satu pucuk Cis senapan angin serta dua magazin berikut munisi.

Sementara satu orang anggota TNI bernama Pratu Zulfiqar, mendapat luka tembak di bagian ketiak. Saat ini sang anggota TNI sudah berhasil dievakuasi ke Jakarta untuk mendapat perawatan.

“Setelah terjadi kontak tembak antara prajurit TNI dan DPO MIT, Satgas Tinombala masih melakukan pengejaran terhadap ke enam teroris lainnya yang diperkirakan melarikan diri ke hutan pegunungan Biru,” katanya.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved