Berita KBR

Salut! Bukan Dikerjai, Ini yang Dilakukan Mahasiswa Baru Universitas PGRI Semarang

Di Semarang, Jawa Tengah, ada yang tak biasa. Ketika Pekan Orientasi Mahasiswa Baru berlangsung, tak ada rintihan kekerasan yang muncul.

Salut! Bukan Dikerjai, Ini yang Dilakukan Mahasiswa Baru Universitas PGRI Semarang
Tribun Jateng/Rival Almanaf/Ist
Kegiatan menyambut mahasiswa baru di Universitas PGRI Semarang tahun 2016. 

TRIBUNNEWS.COM - Di Semarang, Jawa Tengah, ada yang tak biasa. Ketika Pekan Orientasi Mahasiswa Baru berlangsung, tak ada rintihan kekerasan yang muncul. Justru kisah-kisah rakyat yang berbicara.

Ini adalah bagian dari kegiatan menyambut mahasiswa baru di Universitas PGRI Semarang. Dari acara itu pula, kampus itu diganjar penghargaan dari MURI.

Berikut kisah lengkapnya seperti yang dilansir dari Program Saga produksi Kantor Berita Radio (KBR).

kadoanyo, tidak berada di satu tampek, tidak jauh dijangkau. Inilah salah satu sajian alam saat jelajahi pesisir selatan Sumbar ditempat asal desaku tercinta..

Jembatan akar bayang memang terjalin dari akar yang saling melilit sacaro alami jadi sarana penghubung dua desa puluik libak silau..

Eriana Velia Yanaldi adalah mahasiswa baru di Universitas PGRI Semarang.

Hari itu, ia tengah menceritakan dua hasil karyanya, Asal Usul Jembatan Akar Bayang dan Air Terjun Bayang Sari. Kisah itu sudah melegenda sejak 1918.

Dengan penuh semangat, Eriana menceritakan dua kisah rakyat yang berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat, tempat ia lahir.

Tapi, Eriana tak sendiri. Ia bersama 2500 mahasiswa baru lainnya yang sedang menjalani pekan orientasi mahasiswa baru, ditugaskan membuat cerita rakyat berupa asal usul tempat, kisah binatang, mitos, dan pahlawan lokal.

“Ini kami spesifik, asal usul desa masing-masing kami tanyakan ke MURI asal usul sebuah desa belum ada,  bisa di MURI-kan. Dan untuk penyempurnaan antologi kumpulan banyak cerita cerita rakyat terbanyak,” ungkap Presiden BEM Universitas PGRI Semarang, Khairul Umam.

Khairul juga menyatakan ide ini mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai satu-satunya universitas di Indonesia yang membuat gebrakan kumpulan cerita rakyat.

Sementara itu, Wakil Dekan 2 UPGRIS Seno Warsito mengatakan, cerita rakyat dipilih untuk melestarikan kearifan lokal.

“Cerita rakyat banyak hal yang positif yang bisa dipetik. Kaitannya dengan legenda cerita asal usul di situ ada cerita keberadaan seseorang, karakter seseorang baik yang baik atau yang buruk. Bisa untuk belajar,” ujar Seno.

Hasna Dwi, mahasiswa baru asal Semarang ini mengaku agak kesulitan mencari cerita rakyat asal daerahnya. Belum lagi cerita rakyat yang diwajibkan kampus, yang belum terpublikasi.

“Asli Semarang? Iya. Sulit? Merasakan di sini jauh dari desa. Kalau cari seperti itu harus sumber dari Google. Akhirnya bilang ke orang tua, akhirnya ada yang belum diangkat. Saya menceritakan asal usul bukit gombel,” kata Hasna.

Lain lagi dengan Putri Indah, mahasiswa asal jerapa. Ia memilih cerita tokoh perempuan Ratu Kalinyamat. Sebab menurutnya, kisah itu menginspirasi.

“Kalinyamat... dulu itu berani bersumpah telanjang demi balas dendam karena suami dibunuh. Lebih menarik, ada banyak yang berkembang. Dari SMA sudah diajari. Kagum seorang wanita tapi berani demi bela suaminya,” ujar Putri.

Cerita pulau nusa di kalimantan tengah. Ada seorang lelaki hidup dengan anak dan istrinya. Ketika kemarau berkepanjangan mereka pindah dari sungai kahayan menuju sungai rungan, mereka istirahat di goa. Mereka menemukan sebutir telur..

Budayawan Semarang, Jawahir Muhamad kagum dengan gebrakan Universitas PGRI Semarang. Selain melestarikan budaya, juga menumbuhkan kebanggaan warisan lokal.

“Kalau kehilangan budaya lokal, kehilangan sejarah tradisi, kehilangan masa lalu.  Masa depannya juga tidak jelas. Meraba-raba akhirnya mereka idolakan tokoh asing,” ujar Jawahir.

Ribuan cerita rakyat dari para mahasiswa baru ini rencananya bakal dibukukan dalam Antologi Cerita Rakyat Universitas PGRI Semarang.

Penulis: Shinta Ardhany/Sumber: Kantor Sumber Kantor (KBR)

Editor: Advertorial
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved