Breaking News:

Kasus Hambalang

Dicecar dan Menangis di Persidangan, Angelina Sondakh: Bapak Tidak Pernah Dipenjara Sih

"Pak, tujuh tahun yang lalu mana saya ingat tanggalnya. Tolong tunjukkan saya dokumennya. Saya 2015 sudah dipenjara," kata Angelina Sondakh.

Editor: Sapto Nugroho

Laporan Wartawan Tribunnews, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terpidana kasus korupsi proyek wisma atlet di Palembang, Sumatera Selatan, Angelina Sondakh menangis saat bersaksi untuk terdakwa Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (22/5/2017).

Pasalnya, Angelina Sondakh merasa ditekan penasihat hukum Choel Mallarangeng untuk mengakui pertemuan di Hotel Athlete Century sekitar tahun 2010.

Saat itu, pengacara Choel Mallarangeng, Luhut MP Pangaribuan bertanya, apakah Angelina Sondakh pernah rapat bersama dengan Direktur CV Refa Medika, Lisa Lukitawati di hotel tersebut.

Mantan Anggota Komisi X DPR RI Angelia Sondakh menjadi saksi dalam sidang dengan terdakwa kasus korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Andi Zulkarnaen Mallarangeng atau Choel Mallarangeng di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (22/5/2017).
Mantan anggota Komisi X DPR RI, Angelina Sondakh menjadi saksi dalam sidang kasus korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dengan terdakwa Andi Zulkarnaen Mallarangeng atau Choel Mallarangeng di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (22/5/2017). (Warta Kota/Henry Lopulalan)

"Saya tidak kenal Bu Lisa. Saya sudah berusaha menjelaskan apa yang saya ketahui. Kalau saya dicecar begitu saya keberatan. Saya di sini sudah bersedia memberikan penjelasan. Saya mohon dihargai, pengacara," kata Angelina Sondakh.

Dalam penjelasannya, Angelina Sondakh mengatakan, sudah memberikan penjelasan mengenai dugaan rapat di Hotel Athlete Century tersebut.

Mantan politikus Partai Demokrat itu meminta agar ditunjukkan dokumen yang menandakan dia rapat pada tanggal dan bulan secara spesifik sesuai dengan yang ditanyakan penasihat hukum Choel Mallarangeng.

"Betul nggak, saudara tidak ingat persis apakah saudara rapat di Hotel Century hari Sabtu sekitar Juni atau Juli?" tanya Luhut Pangaribuan.

"Pak, tujuh tahun yang lalu mana saya ingat tanggalnya. Tolong tunjukkan saya dokumennya. Saya 2015 sudah dipenjara. Jadi mengingat itu tanggal persisnya sangat sulit bagi saya. Yang saya tahu, kalau saya dibantu dokumen, ketika sudah ditetapkan RKAKL (Rencana Kerja & Anggaran Kementerian Negara/Lembaga) tidak ada lagi rapat selanjutnya," ungkap Angelina Sondakh.

Luhut Pangaribuan kemudian kembali bertanya kepada Angelina Sondakh.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved