Selasa, 28 April 2026

Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung Bidik Ekspatriat di Jakarta

Target utamanya adalah Greater Jakarta. Diharapkan setelah mereka datang ke sini bisa menyebarkan promosi tentang Tanjung

Tayang:
Editor: Husein Sanusi
Kemenpar
Progres percepatan pengembangan destinasi wisata 10 "Bali Baru" makin menggeliat. Tiga Lini, atau 3A--Atraksi, Akses, Amenitas-- yang dipantau Menpar Arief Yahya terus bergerak. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bambang Wijanarko dari Sekretariat Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, mengatakan keberadaan tol Serang-Panimbang sesuai target wisatawan yang dibidik KEK Tanjung Lesung. Yakni pekerja asing (ekspatriat) yang tinggal di Jakarta.

"Target utamanya adalah Greater Jakarta. Diharapkan setelah mereka datang ke sini bisa menyebarkan promosi tentang Tanjung Lesung melalui media sosial," kata Bambang, saat ditemui di saat yang sama.

Selain jalan tol, upaya lain untuk memuluskan akses ke KEK Tanjung Lesung adalah dengan memaksimalkan penggunaan airstrip (landasan terbang) sepanjang 1,2 kilometer untuk pesawat ukuran kecil. Bambang yakin penggunaan airstrip jika rutin bisa lebih mendorong investor untuk datang. "Sementara bandara belum ada, airstrip bisa digunakan," kata dia, saat ditemui di saat yang sama.

Dari informasi yang dihimpun, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tanjung Lesung tahun 2017, baik asing maupun domestik berjumlah sekitar 600 ribu orang. Meningkat dari tahun sebelumnya yang ada di kisaran 400 ribu wisatawan.

Sementara itu, Rully dari pihak pengelola KEK Tanjung Lesung, mengaku antusias dengan sudah dimulainya proses proyek tol Serang-Panimbang.

"Dengan selesainya jalan tol nanti kita harapkan di tahun 2019 untuk tahap pertama sudah bisa tercipta siklus pertama dari kegiatan di KEK Tanjung Lesung," ucap dia.

KEK Tanjung Lesung diharapkan bisa menjadi pemicu bagi pengembangan potensi wisata di sekitar. Sehingga bisa tercipta suatu menu khusus bagi wisatawan yang datang ke Tanjung Lesung. Seperti wisata kuliner, wisata budaya, wisata agama dan juga wisata dirgantara yang menggandeng TNI AU. "Itu masih sangat dimungkinkan. Jadi ada banyak sekali menunya," kata Rully.

KEK Tanjung Lesung ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2012. Pengusulnya adalah pihak swasta yakni PT Banten West Java (BWJ) yang kemudian diakuisisi oleh Jababeka.

Di lahan seluas sekitar 1.500 hektar itu sudah dibangun berbagai fasilitas untuk wisatawan. Seperti Tanjung Lesung Beach Hotel, Kalicaa Villas, Sailing Club, Legon Dadap Village, Blue Fish, Beach Club, dan Golf Driving Range.

Juga ada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang dikelola administrator untuk memudahkan investor. Sehingga investor tidak perlu mengurus perizinan ke pusat ataupun ke tingkat provinsi, tapi bisa langsung ke administrator.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved