Penyelesaian Proyek Tol Serang-Panimbang Dipercepat

Proyek yang sudah ditetapkan sejak tahun 1991 jangan hanya jadi mimpi semata, harus mulai dilaksanakan agar jadi nyata.

Penyelesaian Proyek Tol Serang-Panimbang Dipercepat
Istimewa
KPPIP 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pesan Presiden Joko Widodo saat meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di tahun 2015 sangat jelas dan tegas.

Proyek yang sudah ditetapkan sejak tahun 1991 jangan hanya jadi mimpi semata, harus mulai dilaksanakan agar jadi nyata.

Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) ambil bagian dari rencana besar tersebut, dengan mempercepat realisasi infrastruktur penunjang KEK Tanjung Lesung.

Yakni dengan melakukan koordinasi antar lembaga terkait untuk memastikan proyek tol Serang-Panimbang berjalan sesuai jadwal, selesai di tahun 2019.

Ketua Tim Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo, mengatakan keberadaan ruas tol itu menjadi kunci bagi berkembangnya KEK Tanjung Lesung yang mengusung sektor pariwisata.

“Kedatangan saya datang ke sini juga untuk melihat potensi KEK Tanjung Lesung bisa terkoneksi dengan proyek tol Serang-Panimbang yang pada 2019 dijanjikan akan beroperasi," tutur dia, saat berkunjung ke KEK Tanjung Lesung, Pandeglang, Provinsi Banten, Sabtu (3/62017) lalu.

Kata dia, keberadaan tol Serang-Panimbang dan KEK Tanjung Lesung harus sinergis. Di mana wisatawan yang menuju KEK Tanjung Lesung dari arah Jakarta bisa menghidupkan traffic ruas tol Serang-Panimbang yang ditargetkan beroperasi di tahun 2019.

Sebaliknya, keberadaan ruas tol bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Tanjung Lesung yang selama ini masih terkendala waktu tempuh. Ruas tol sepanjang 83,9 kilometer itu bakal memangkas waktu tempuh dari Jakarta ke Tanjung Lesung.

“Paling tidak tiga jam bisa sampai ke sini, seperti Jakarta-Bandung," ujar Wahyu.

Dia optimis, keberadaan tol Serang-Panimbang bisa membuat investor tertarik menanam modal di KEK Tanjung Lesung, sejalan dengan investment grade (kemudahan investasi). Selain itu, ruas tol juga bisa membuka keterisolasian daerah Banten Selatan.

"Intinya menurut saya keberadaan tol Serang-Panimbang ini menjadi kunci," kata Wahyu.

Sebelum menyambangi KEK Tanjung Lesung, Wahyu dengan didampingi Direktur Program KPPIP Rainier Haryanto serta Asdep Transportasi Kementerian Koordinator Perekonomian Tulus Hutagalung juga sempat menggelar rapat bersama instansi terkait, antara lain dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), membahas bottlenecking di proyek tol yang sudah memasuki proses pembebasan lahan. Diakuinya, proses pembebasan lahan sebagian besar sudah berhasil dilakukan di Kabupaten Serang. “Namun untuk di Pandeglang masih membutuhkan upaya lebih keras,” kata dia.

Proyek ruas tol Serang-Panimbang dengan BPJT sebagai penanggung jawab, masuk sebagai salah satu proyek prioritas nasional.

Selain untuk akses ke KEK Tanjung Lesung dan Taman Nasional Ujung Kulon, proyek yang nilai investasinya mencapai Rp11,3 triliun, diharapkan bisa mengurangi biaya logistik pengiriman barang dari kawasan industri di Pandeglang ke pelabuhan di Jakarta dan sebaliknya.

Editor: Husein Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved